450 Polisi Gerebek Kampung Narkoba di Surabaya, Pelaku Curanmor Ikut Tertangkap

LIDIK.ID , Surabaya – Sejumlah 450 petugas gabungan Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jatim, berserta personel Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim, Polrestabes Surabaya dan Polres Pelabuhan Tanjung Surabaya, melakukan penggrebekan di Kampung Narkoba Surabaya yang berlokasi Jalan Kunti, Kelurahan Sidotopo, Kecamatan Semampir. Jum’at, (08/10).

Saat rombongan datang pada Rabu (06/10) dini hari, mereka disambut dengan bunyi alarm   yang terpasang di lokasi, sebagai penanda ada petugas yang datang.

“Sebanyak 450 pasukan gabungan diturunkan untuk mengamankan lokasi. Setibanya di kampung narkoba ini, petugas langsung melakukan penyisiran di tempat-tempat yang diduga kerap digunakan untuk melakukan pesta sabu,” ujar Kabag Bin Ops Ditresnarkoba Polda Jatim AKBP Syamsul Makali. Kamis, (07/10).

Di lokasi tersebut, terdapat sejumlah bilik kecil yang kerap menjadi tempat transaksi serta pesta narkoba jenis sabu. Akses jalan juga sangat berliku di dalam sebuah gang kecil.

Petugas berhasil menemukan 4 poket sabu di lokasi tersebut. Menurut Syamsul, bisnis narkoba di daerah tersebut sudah sangat tersistematis.

“Jadi memang sudah saling mendukung untuk kejahatan narkoba, bisa jadi rahasia ini bocor sebelumnya dari bunyi alarm,” imbuhnya.

Dalam penelurusan tersebut, 3 orang target operasi (OP) diburu oleh petugas, namun hanya tertangkap 1 berinsial MS, 2 lainnya tidak ada di lokasi.

Seorang buron pelaku pencuri kendaraan bermotor (curanmor) berinisial S, yang merupakan warga setempat juga berhasil diamankan saat penelurusan tersebut.

Penelusuran terus dilakukan petugas hingga menjelang pagi hari, tes urine juga dilakukan bagi orang yang terlihat mencurigakan menggunakan narkoba.

Ratusan personel memang sengaja dibawa lantaran wilayah tersebut sangat padat penduduknya.

“Karena memang disini padat penduduk dan banyak kos kosan kecil-kecil, dan pendatang dari mana-mana, dan tempat ini merupakan daerah sangat rawan,” jelas Syamsul.

Upaya petugas dalam menghilangkan stigma Jalan kunti sebagai sarang narkoba adalah dengan melakukan razia, dan jika belum berhasil personel akan terus ditambahkan.

Syamsul juga akan membangun posko kampung bersih narkoba, untuk memberi edukasi serta pendampingan kepada masyarakat.

“Kalau nanti di sini masih ada. Ya kami lakikan operasi lagi besar-besaran di sini. Ke depan kemungkinan kami akan dirikan posko kampung bersih narkoba, kampung tangguh bersih narkoba,” pungkasnya.

Sumber: Kompas

(MYG)

Discussion about this post