Adu Argument Peserta Rapidtes, Ini Penjelasan Kadinkes Kota Bandar Lampung

LIDIK,ID, BANDAR LAMPUNG – Seperti rilisan LIDIK.ID sebelumnya yang berjudul “Hari Pertama Rapid Test, Puskesmas Way Halim II Berlangsung Ricuh“, akhirnya Kepala Dinas Kesehatan Bandar Lampung angkat bicara dan mengkonfrimasinya pada pihak LIDIK.ID terkait kejadian itu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, dr Edwin Rusli, mengatakan kericuhan yang terjadi karena berbeda argumen saja. Adu mulut ini terjadi diantara petugas dan masyarakat yang hendak menjalankan rapid test.

“Bahwa kericuhan terjadi beda argumen saja,” ujarnya saat dihubungi LIDIK.ID, Senin, 8 Juni 2020.

Selain itu Edwin juga mengatakan bahwa adu pendapat antara petugas yang menangani proses rapid test pada hari ini di Puskesmas Way Halim II. Namun adu mulut terjadi dengan masyarakat yang bukan memiliki status masyarakat Kota Bandar Lampung dalam Kartu Tanda Penduduknya.

“Warga yang adu argument sama petugas itu yg bukan ber-KTP Bandar Lampung yang ingin Rapid test disana,” ungkapnya.

Edwin juga mengkonfrimasi banyaknya masyarakat yang memenuhi Puskesmas Way Halim II saat hari pertama Rapid Test disediakan sesuai surat edaran Dinas Kesehatan 5 Juni 2020 kemarin. Dalam pemberitahuan, rapid test baru bisa dilakukan pada pukul 08:00 WIB. Akan tetapi hari ini masyarakat sudah memenuhi Puskesmas sejak pukul 05:00 WIB.

“Seharusnya pembagian antrian Rapid Test jam 8 pagi namun banyaknya masyarakat sudah mengantri sejak subuh,” terang Edwin pada LIDIK.ID melalui via telefon.

Sebagai informasi untuk masyarakat Kota Bandar Lampung, bahwa terdapat tiga Puskesmas yang ditunjuk Dinas Kesehatan Bandar Lampung untuk melakukan Rapid Test.

Tiga Puskesmas itu adalah :

  1. Puskesmas Permata Sukarame,
  2. Puskesmas Way Halim II,
  3. dan Puskesmas Sukamaju, Teluk Betung Timur.

 

Discussion about this post