Alat PCR Lampung Belum Bisa digunakan, Ini Penyebabnya

LIDIK.ID, BANDAR LAMPUNG – Meski alat Polymerase Chain Reaction (PCR) yang berguna mengetes hasil swab terkait Covid-19 di Lampung datang, hingga kini alat canggih yang diberikan Kementerian BUMN itu masih tak bisa langsung  digunakan.

Hal itu dikarenakan satu unit alat PCR ini masih belum lengkap datang seutuhnya untuk nantinya digunakan sebagai alat tes massal covid-19 di Lampung. Bahkan hingga Senin (4/5). Penyebabnya bukan hanya kelengkapan alat, Dinkes Provinsi Lampung juga tengah mempersiapkan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) sampai dinyatakan siap dalam melakukan tes ini.

“Jadi untuk PCR masih menunggu beberapa kelengkapan PCR ini sendiri. Mulai ekstraksi RNA, reagennya, dan persiapan Labkesda yang beruangan bertekanan negatif,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana, Senin (4/5).

Ia juga mengatakan meskipun Bio safety Laboratorium (BSL) belum ada, namun pihaknya tengah mempersiapkan ruangan bertekanan negatif yang akan dipersiapkan ruang pemeriksaan PCR.

Tak hanya itu karena dalam ekstraksi RNA, maupun penggunaan reagen harus satu merk dengan PCR yaitu Roche. Maka Rabu (6/5) mendatang direncanakan tim dari Roche akan datang ke Lampung. Kegiatan itu untuk melakukan instal dan akan memulai pelatihan pemeriksaan.

“Kami sudah minta pengadaan sesuai dengan merk PCR. Jadi semua reagen dan lainnya harus satu merk dengan PCRnya. Mudah-mudahan tidak lama reagen datang, ekstraksi RNA akan datang, dan laboratorium juga segera siap untuk memulai  pemeriksaan PCR. Karena pelaksanaannya harus diinstal, rabu insyaallah akan datang orangnya dan akan melakukan install dan latihan pemeriksaan. Mudah-mudahan bisa cepat untuk pemeriksaan,” jelas Reihana mendetail.

Labkesda juga dipersiapkan SDM yang mampu melakukan tugas dengan baik.

Diantaranya :

  1. 1 orang Spesialis Patologi Klinik
  2. 1 orang dokter umum
  3. 13 orang analis kesehatan
  4. 9 orang sarjana kesehatan masyarakat
  5. 1 orang sarjana biologi
  6. 1 orang sarjana biomedi

“Insyaallah dengan SDM yang kita punya kita bisa melakukan pemeriksaan swab PCR yang telah kami terima dari Kementerian BUMN,” tambahnya.

Selain itu, Dinkes juga mempersiapkan laboratorium lainnya seperti laboratorium veteriner untuk menjadi lokasi tes PCR lainnya. Hal ini dilakukan agar pengecekan PCR bisa maksimal.

Discussion about this post