Angka Kematian Akibat Corana Di Indonesia Keluar, Masyarakat Diminta Untuk Bekerja Sama

LIDIK.ID – Virus corona yang mewabah di penjuru dunia termasuk Tanah Air Indonesia menjadi hal yang harus diwaspadai oleh seluruh masyarakat. Pasalnya, virus ini tidak dapat dianggap remeh mengingat angka kematian yang tinggi akibat virus corona atau COVID-19.

Tak henti-hentinya pemerintah mengingatkan masyarakat untuk menerapkan upaya pencegahan penularan virus corana ini kepada masyarakat, namun semua itu tidak akan berarti jika tidak adanya kesadaran dan kerja sama masyarakat dalam upaya pencegahan tersebut.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurinato mengatakan Pemprov DKI Jakarta mengakumulasi data kematian selama tiga hari dan hanya DKI yang mengumpulkan selama tiga hari. Sementara provinsi lainnya tidak.

Sebelumnya, pemerintah mengumumkan ada penambahan jumlah pasien meninggal akibat virus Corona (COVID-19). Hingga kemarin (Kamis, 26 Maret 2020), total warga yang meninggal menjadi 78 orang.

 

“Angka kematian ada penambahan 20 kasus. Sehingga totalnya ada 78 orang,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto dalam konferensi pers yang disiarkan BNPB,(Kamis, 26 Maret 2020)

Sementara itu, pasien yang sembuh bertambah 4 orang. Total pasien yang sembuh saat ini 35 orang.

“Ada penambahan 4 kasus yang sembuh. Jumlah kasus yang sembuh ada 35 orang,” ujar sang juru bicara.

Kasus terbanyak jatuh di DKI dengan total 46 kasus, lalu disusul oleh Jawa Barat 11 kasus, Jawa Tengah 6 kasus, Jawa Timur 3 kasus, Banten 4 kasus, DIY 2 kasus, Bali 2 kasus, Kepulauan Riau 1 kasus, Sumater Utara 1 kasus, Sumatera Selatan 1 kasus, dan Sulawesi Selatan 1 kasus.

Kerja sama masyarakat untuk menjaga yang sehat tetap sehat dan mencegah penyebaran virus yang begitu cepat ini terus diutarakan oleh Achmad Yurianto, sebab tanpa kepedulian masyarakat maka upaya ini tidak akan ada hasilnya.

Jaga jarak, selalu mencuci tangan dan saling mengingatkan adalah upaya yang bisa kita lakukan dalam membantu tim medis yang sedang berjuang mengobati pasien virus berbahaya ini.

Pada kesemapatan itu, Koordinator Relawan Gugus Tugas COVID-19, Andre Rahardian menyampaikan, memanggil relawan pejuang kemanusiaan untuk bersama-sama, menangani wabah virus corona baru atau COVID-19.

“BNPB menerima pendaftaran sekitar 1500 terutama dokter spesialis paru, anestesi dan juga 6 pranata labolatorium, 500 perawat, administrasi rumah sakit sampai sopir ambulans,” ujarnya di kesempatan yang sama.

Pendaftaran online menjadi relawan Covid-19 melalui microsite di situs BNPB dapat dilakukan dengan mengakses laman dekrelawanpb.bpnp.go.id/covid-19 .

Discussion about this post