Antisipasi Gugus Tugas Lampung Atas Kepulangan Ribuan Pekerja Migran

LIDIK.ID, BANDAR LAMPUNG – Data perkembangan kasus Covid-19 Lampung terlihat signifikan atas dasar dugaan ada klaster baru yang menjadi sumber penularan. Hingga kini Gugus Tugas Covid-19 Lampung masih menelusuri hal tersebut hingga mendapat jawaban yang pasti.

Dua kelompok yang paling berpotensi menyebarkan virus adalah para pemudik dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang masuk ke Lampung.

Presiden Joko Widodo (Jokowi), secara Nasional meminta jajaran bawahannya mengantisipasi 34 ribu PMI yang akan kembali ke Tanah Air. Hal ini dikarenakan kontrak kerja akan berakhir di bulam Mei dan Juni.

Oleh sebab itu, proses kedatangan di pintu-pintu masuk dan pergerakan sampai ke daerah masing-masing harus diantisipasi kesiapannya. Dalam beberapa pekan mendatang masih akan 1.814 PMI yang kembali ke Lampung.

Sudah 1.675 Pekerja Migran Indonesia yang kembali ke Lampung Sejak 1 Januari – 7 Mei 2020 silam. Dan data baru menunjukan, Minggu, 10 Mei 2020, ada 12 PMI dan Senin. Kemudian, 11 Mei 2020, ada 2 PMI lagi masuk Asrama Haji dan meneken pernyataan wajib isolasi mandiri selama 14 hari. Setelah tiba di kediaman masing-masing, pamong desa harus mengawasi pelaksanaan isolasi mandiri tersebut.

Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim, ikut merespon pemberitahuan dari Presiden dan mengatakan jajarannya sudah siap melakukan langkah-langkah penanggulangan. Ia mengatakan siap sampai ke tingkat paling bawah di jajaran desa. Ia mengatakan setiap PMI yang pulang ke Lampung akan ditaruh di shelter Wisma Haji Rajabasa.

“Pada dasarnya, PMI dari luar negeri, pelajar, dan sebagainya dari zona yang terinfeksi. Semua kami perlakukan sama sesuai dengan protap kesehatan,” katanya. Ia mengatakan di Posko Satgas Terpadu Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung, Balai Keratun Kantor Gubernur Lampung, Senin, 11 Mei 2020.

Seperti yang sudah dilakukan sebelumnya, setiap hari akan ada pembaharuan dan kedatangannya juga sesuai dengan protap kesehatan. Ia mengatakan sejak awal Presiden Joko Widodo memperbolehkan PMI untuk pulang ke daerahnya masing-masing dengan syarat melakukan isolasi mandiri.

“Kita posisinya sudah siap sejak awal. Tidak ada persiapan khusus untuk menyambut PMI karena pada dasarnya sama protap kesehatannya,” kata Chusnunia Chalim.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Lampung, Lukmansyah, mengatakan pihaknya bersama Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) provinsi dan jajaran yang  melakukan pengecekan suhu, screening kesehatan serta rapid test. Ia mengatakan, KKP Bandara Soekarno-Hatta juga sudah melakukan pengecekan. Apabila ada indikasi gejala covid-19, langsung ditindaklanjuti tim kesehatan.

“Ketika di Lampung, kami lakukan pengecekan suhu, penyemprotan disinsfektan pada barang-barang/koper PMI, pendataan, diberikan edukasi tentang upaya penanganan covid-19, kemudian diserahterimakan kepada keluarganya untuk kembali ke rumah masing-masing dengan wajib melakukan isolasi mandiri  selama 14 hari,” katanya.

Sesuai data antarkerja antarnegara (AKAN) pengiriman PMI di Lampung ke luar negeri sampai akhir Maret 2020 ada 21.472 orang yang tersebar di 21 negara.

Bikut adalah jumlah PMI berdasarkan daerah asal terbanyak. Pertama dari Lampung Timur 8.069 orang, disusul Lampung Tengah 3326 orang, Lampung Selatan 1.788 orang dan daerah lainnya se-Lampung.

Discussion about this post