Bapemperda Provinsi Beri Apresiasi Kepada Kapolda Jawa Timur

LIDIK.ID , Jawa Timur – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dr. Mohammad Fadil Imran, M.S,i dengan didampingi Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim serta Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menerima audiensi dengan Bapemperda Provinsi Jawa Timur di Gedung Tribrata lantai 2 Mapolda Jawa Timur. Rabu (14/10)

Dalam sambutannya, Kapolda Jatim telah menuturkan bahwa Provinsi Jawa Timur ini menjadi Provinsi yang aman dan kondusif.

Baca Lainnya

Selain itu, terkait dengan penanganan Covid-19 di Jatim, dapat terlaksana dengan aman dan kondusif berkat adanya campur tangan dari anggota DPRD Jatim, sehingga Polri Polda Jatim sangat memberikan apresiasi sepenuhnya kepada anggota DPRD Jatim.

“Anggota DPRD Jatim ini menjadi peran penting dalam penanganan Covid-19 di Jatim. Dimana, DPRD Jatim mengeluarkan Perda Nomor 2 Tahun 2020, tentang penanganan Covid-19,” kata Irjen Moh. Fadil Imran selaku Kapolda Jatim.

Sementara itu, Koordinator Badan Pembentuk Peraturan Daerah (Bapemperda), Sahat Tua Simanjuntak, yang sekaligus sebagai Wakil Ketua DPRD Jatim telah menyatakan bahwa pihaknya sangat kagum dan apresiasi kepada Kapolda Jatim. Jendral Bintang dua ini sangat memprioritaskan keselamatan warga Jawa Timur disaat Pandemi Covid-19 seperti ini.

“Saya dan temen teman anggota dewan jatim sangat kagum dengan pak Kapolda jatim, beliau mempunyai pemikiran yang baik disaat pandemi covid-19,” ucap Sahat Tua Simanjuntak.

Apresiasi yang kami berikan ke Kapolda Jatim ini terkait soal pemikiran Pak Kapolda menyelamatkan masyarakat di Jawa Timur. Padahal beliau sebagai pelindung masyarakat namun juga keinginan beliau, agar kami yang duduk di Legisltif tingkat satu ini membuat Perda tentang penanganan Covid-19. Sehingga ada payung hukum, disaat Polri menegakkan protokol kesehatan kepada masyarakat. Guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Jatim.

“Saya ini ditelfon pak kapolda awal bulan Juli, beliau mempertanyakan bagaimana cara bikin perda untuk melindungi masyarakat. Dan ini yang membuat kami kagum dengan Kapolda Jatim,” ujar Sahat.

Dari situ akhirnya berdiskusi dengan Pak Kapolda, dan koordinasi langsung kepada semua pimpinan ketua fraksi. Dan selanjutnya berproses, dan Kapolda Jatim meminta agar Perda ini bisa keluar tidak sampai satu bulan. Padahal pembuatan perda ini seharusnya enam bulan. Namun demi keselamatan masyarakat Jawa Timur, Perda tersebut tidak sampai satu bulan sudah selesai.

“Inilah yang menjadi apresiasi kami dimana seorang Jendeal Polisi bintang dua berfikir keselamatan masyarakat. Yang seharusnya itu dilakukan oleh Birokrasi semoga apa yang menjadi cita cita kita bersama bisa menjadikan Jawa Timur bisa lebih baik dan Pandemi Covid-19 bisa segera berakhir”. Pungkasnya Ruhut.

 

(RZY)

BeritaTerkait

Discussion about this post