BARA-JP Lampung Desak Seluruh Anggota KJS Lamsel Tes PCR Setelah Kumpul Massa

LIDIK.ID, Lampung Selatan – Kegitan dari Klub Jantung Sehat (KJS) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) yang berkumpul dalam jumlah besar hingga diperkirakan ratusan mendapat kritikan keras dari berbagai elemen masyarakat. Pasalnya, kegiatan ini dilakukan tengah kondisi dan situasi Negara sedang melawan wabah Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Kegiatan itu juga dilakukan di Lapangan Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan Lamsel, Kamis, 7 Mei 2020.

Setelah pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Lamsel, sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) kini sorotan pedas datang dari Barisan Relawan Jokowi Presiden (BARA-JP) Provinsi Lampung.

Dokter Relly Regen mengatakan kepada awak media bahwa Bara-JP menyayangkan adanya kegiatan KJS Lamsel. Kegiatan itu jelas tidak mengikuti imbauan Pemerintah terkait Protokoler Kesehatan, Minggu (10/5/2020).

“BARA-JP menyayangkan kegiatan KJS Lamsel ini tidak mengindahkan protokoler Kesehatan dengan menerapkan Physical Distancing dan Social Distancing. Yaitu hindari kumpul berkelompok, menginap, anak-anak bermain bersama, konser/pertunjukan, nonton di bioskop, event Olahraga. Pergi ke Mall, berolahraga di pusat kebugaran, menerima tamu, dan hindari naik transportasi umum, kami sungguh prihatin sekali”, ungkap dr. Regen sapaan akrabnya.

Lebih lanjut Reagen menyampaikan, seharusnya masyarakat membubarkan diri dan mengikuti surat edaran Pemerintah untuk tetap berada di rumah.

“Apalagi ini adalah KJS Binaan Istri Bupati Lampung Selatan. Seharusnya bisa memberi tauladan dan contoh yang baik,” tegas aktivis Kesehatan dan Sekretaris DPD Bara-JP Lampung ini.

Disinggung soal kondisi kesehatan anggota KJS dan sanksi hukum, dr. Regen menjelaskan, “perlu dilakukan pendataan anggota KJS, guna melakukan rapid test COVID-19, sebab saat ini banyak pasien COVID-19 didapatkan orang tanpa gejala (OTG) sebaiknya sites fcr semua.

“Sesuai maklumat Kapolri dan surat edaran Menteri Dalam Negeri, segera pihak kepolisian memanggil pihak KJS terkait kegiatan tersebut”, terang dr. Relly Regen yang juga pengurus DPP Bara-JP Bidang Mitigasi dan Bencana.

Diberitakan sebelumnya kelompok Ibu-ibu mengenakan kostum yang didominasi warna merah bercampur putih dengan tulisan kaos Klub Jantung Sehat (KJS) kedapatan berkumpul dengan jumlah ratusan di lapangan Desa Pasuran Kecamatan Penengahan Lamsel, Kamis (7/5/2020).

Situasi tercipta tidak memperhatikan protokoler kesehatan sesuai standar Pemerintah Pusat diantaranya dari Physical Distancing, Sosial Distancing, mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap, disinyalir pertemuan tersebut ilegal tanpa izin.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun oleh awak media, bahwa kegiatan KJS tersebut bukan hanya kumpul biasa, ada dugaan agenda itu diboncengi kepentingan politik lain, sebab dibuktikan adanya pembagian paket sembako yang berlangsung sekira pukul 14.00 WIB, yang belum jelas sumber sembako tersebut diperoleh dari mana. Namun kegiatan belum selesai sudah dibubarkan.

“Sekitar jam 2-an, Sampai ada pembagian sembako, tapi belum semua sudah dibubarin oleh petugas dari kepolisian Sektor (Polsek) setempat,” ujar Anto warga Kecamatan Penengahan.

Sementara itu, ketika dimintai keterangan, Camat Penengahan, Erdiyansyah, SH, MH mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan perkumpulan KJS, namuh telah dibubarkan dan pulang masing-masing.

“Tadi ada kumpul KJS tetapi sudah dikordinasikan dan sudah pada pulang sekarang,” kata Camat Penengahan.

Kemudian ketika ditanya apakah tidak menyalahi Protokoler Covid-19 dan Maklumat Kapolri, mantan Camat Kalianda ini menjelaskan, sudah diberikan teguran dan imbauan, sehingga mereka membubarkan diri.

“Sudah kita imbau untuk segera pulang. Ya makannya kita imbau segera tadi,” jelasnya.

Terpisah Kapolres Lamsel AKBP Edi Purnomo, SIK ketika dimintai tanggapan adanya kerumunan massa di Wilayah Hukum Kecamatan Penengahan, sampai saat ini pihaknya belum mengetahui pasti.

“Saya belum dapat bahannya mas. Makanya lagi cari info kebenarannya mas. Kapolsek sudah saya info,” singkatnya melalui sambungan Handphone selulernya.

Hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari Ketua KJS Kabupaten Lampung Selatan yang merupakan Istri dari Nanang Ermanto (PLT Bupati Lamsel).

Discussion about this post