Berpotensi Hamil Jika Berenang Bersama Pria, Istana: Hati-Hati Berkomentar

LIDIK.ID – Pihak Istana Kepresidenan mengingatkan seluruh lembaga negara agar berhati-hati dalam menyampaikan pendapat. Staf Khusus Presiden bidang sosial, Angkie Yudistia, Hal ini terkait pernyataan Komisioner Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitti Hikmawatty yang menyebut perempuan berpotensi hamil jika berenang bersama laki-laki di kolam renang.. “Kita tentu mendorong agar seluruh pimpinan lembaga negara untuk berhati-hati dalam menyampaikan pendapat, meskipun mengatasnamakan pribadi. Lebih bijak bila setiap opini disesuaikan dengan data dan naskah akademik,” kata Angkie, Senin (24/2).

Angkie mengatakan, setiap pendapat yang disampaikan mestinya merujuk pada data atau naskah akademik yang baik. Sebab, pendapat itu akan menjadi perhatian publik.“Kita harus bisa mengukur dampak baik serta akibat buruk dari setiap pernyataan yang dilontarkan ke masyarakat,” katanya.Meski demikian, Angkie mengatakan, Sitti telah meminta maaf atas pernyataan yang menimbulkan kontroversi tersebut. Siti juga telah menyatakan bahwa pernyataan itu atas nama pribadi bukan lembaga.

Baca Lainnya

Ketua KPAI Susanto menyatakan, narasi tersebut tidak seperti yang diberitakan. “Perlu kami sampaikan bahwa pemahaman dan sikap KPAI tidak sebagaimana narasi berita di media online tersebut,” kata Susanto dalam pernyataannya yang diterima di Bogor, Sabtu, (22/2).

Dia mengungkapkan, narasi tersebut menimbulkan kontroversi. Sehingga, dia menegaskan, KPAI perlu memberikan klarifikasi. Dia menyatakan, narasi pemberitan tersebut perlu untuk diluruskan. Dengan demikian, Susanto menyatakan, narasi tersebut dapat dipahami masyarakat. Sebelumnya, ramai diberitakan KPAI menyebut wanita berenang bersama pria berpotensi hamil. Pernyataan tersebut mengutip Komisioner KPAI, Sitti Hikmawatty, dalam sebuah pemberitaan. Dalam narasinya, Hikama menjelaskan, wanita berpotensi hamil saat pada fase subur. Wanita, dapat hamil jika ada pria yang mengeluarkan sperma di dalam kolam yang sama.

BeritaTerkait

Discussion about this post