Bocah Penjual Jalangkote Korban Bully Mendapat Beasiswa dari Gubernur Sulawesi Selatan

LIDIK.ID, SULAWESI SELATAN – Telah diketahui, seorang bocah penjual jalangkote bernama Rizal baru-baru ini ramai diperbincangkan  media sosial. Pasalnya, bocah yang bekerja membantu sang ibu sehari-hari itu dibully habis-habisan oleh sejumlah pemuda. Video pembullyan itu tersebar di sosial media dan heboh dengan tanggapan warganet.

Kasus bullying yang dialami bocah penjual jalangkote tak hanya mendapatkan perhatian dari masyarakat dari penjuru tanah air. Kasus bulliying ini juga mendapat mendapat sorotan dari Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah.

Baca Lainnya

 

View this post on Instagram

Baru-baru ini media sosial dihebohkan dengan video seorang bocah penjual jalangkote (jajanan) di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan yang menjadi korban bullying. Bocah tersebut juga mengalami kekerasan. Ia dipukuli, didorong hingga jatuh tersungkur oleh sekelompok pemuda. Aksi pembully-an dengan kekerasan direkam oleh seorang pelaku. kejadian perundungan yg kedua di hari yg sama , si rizal kembali tersungkur hanya beberapa meter dari lokasi kejadian yg pertama tadi. [Update Pelaku Divideo Pertama] Pelaku pembully-an telah diamankan oleh petugas kepolisian setempat. Ada sebanyak delapan pemuda dalam satu geng yang diamankan. “Telah diamankan delapan orang pemuda yang mem-bully hingga memukul bocah penjual jalangkote yang videonya viral di media sosial. Salah seorang di antaranya delapan pemuda itu bernama F (26) warga Kelurahan Bonto-bonto, Kecamatan Ma'rang yang melakukan pemukulan terhadap bocah penjual jalan kote,” ungkap Kapolsek Ma’rang Iptu Sofyanto. #stopbullying #bullying #viral #beritaviral #rizal #beritaviral #jalangkote #kabupatenpangkep #pangkep #perundungan

A post shared by LIDIK (@lidik.id) on

Pada hari Selasa, 19 Mei 2020, sang Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, menghadiahkan motor dan beasiswa selama tiga tahun kepada Rizal, Bocah Penjual Jalangkote.

“Rizal menjadi perhatian, seluruh dunia, nah ini saya kasih motor untuk mengantar Jalangkote,” ujar Nurdin dikutip Wartakotalive.com dari akun instagram @makassar_iinfo.

 

Tak hanya Gubernur Sulawesi Selatan, peristiwa yang menimpah bocah penjual jalangkote ini juga mendapat perhatian dari Sekertaris pribadi Menhan Prabowo Subianto, Rizky Irwansyah. Ia bahkan meminta tim untuk memastikan kasus ini berjalan sesuai prosedur hukum.

“Kasus pembullyan sdh di proses dan kami kawal oleh tim kami, kami memastikan agar hukum berjalan sesuai prosesur” tulis @rizky_irwansyah pada kolom komentar.

Selain itu kabar yang tersebar mengatakan bahwa Rizky memberi beasiswa kepada Rizl hingga tamat SMA. Kabar tersebut diunggah oleh akun Facebook Aiman Adnan pada laman Facebook miliknya. Aiman menuliskan sikap Rizky sama persis dengan bosnya, Menhan Prabowo Subianto. Bahkan Aiman juga menjelaskan Rizky telah memberikan uang tunai untuk Rizal.

“Persis dengan bosnya Pak Prabowo Subianto, ia langsung sigap menghubungi saya yang kebetulan berada dekat dengan Kabupaten Pangkep untuk meminta ada tim disekitar lokasi yang bisa memastikan bahwa pelaku ditangkap.” 

 

“Tidak hanya itu ia juga meminta untuk dapat menyapa langsung korban walupun hanya lewat Video Call dan memastikan akan memberi bantuan pendidikan kepada korban. Jujur saya agak kaget mendengar jumlah yang akan diberi, sejumlah uang tunai dan beasiswa hingga lulus SMA. Dan Ini bantuan pribadi !!!”

Sementara itu, polisi langsung turun tangan untuk menyelidiki kasus tersebut dan mengamankan delapan orang yang terkait kasus perundungan.

Dikutip dari Kompas.com, Kapolsek Marang, Iptu Sofyanto, mengatakan pihaknya langsung melakukan penyelidikan kasus perundungan tersebut. Dari delapan orang yang diamankan tersebut, termasuk pula seorang pemuda yang melakukan pemukulan terhadap Rizal.

“Telah diamankan delapan orang pemuda yang mem-bully hingga memukul bocah penjual jalangkote yang videonya viral di media sosial.”

“Satu di antara dari delapan pemuda itu bernama F (26), warga Kelurahan Bonto-bonto, Kecamatan Ma’rang, yang melakukan pemukulan terhadap bocah penjual jalangkote,” ungkapnya.

Para pelaku pembullyan tersebut diamankan ke Mapolres Pangkep, Sulawesi Selatan untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Kapolres Pangkep, AKBP Ibrahim AJi, mengatakan tersangka utama kasus ini, yakni F (26) terancam hukuman 3 tahun 6 bulan penjara.

 

 

 

BeritaTerkait

Discussion about this post