Dari Bakauheni, Ini Penyebrangan New Normal

LIDIK.ID, LAMPUNG SELATAN – Menuju New Normal, Pemerintah memutuskan kembali membuka layanan penyeberangan rute Merak-Bakauheni, Lampung. Meski begitu, otoritas pelabuhan memerintahkan pengelola pelabuhan dan operator penyeberangan menjalankan protokol kesehatan secara ketat untuk menghindari penyebaran virus Corona (COVID-19).

Sejak semalam, hari Minggu, tanggal 7 Juni jam 21.00 WIB, Pelabuhan Bakuheni sudah tidak ada pengecekan atau posko Cek point. Info untuk penyebrangan Merak-Bakauheni dan sebaliknya sudah kembali normal seperti biasanya tanpa perlu menunjukkan surat-surat di cek point, yang ingin nyebrang dipersilahkan.

Baca Lainnya

Tempat cuci tangan yang disediakan kapal feri bakauheni (Perahupustaka Bakauheni Lampung)

Tetap patuhi prosedur protokol kesehatan dengan, memakai masker, jaga jarak, cek suhu tubuh, tidak berkumpul, jaga kebersihan, cuci tangan.

Pemerintah melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VIII Banten sudah mengeluarkan surat terkait pemberlakuan protokol kesehatan di pelabuhan dan feri.

Sementara itu, di pelabuhan Merak, khusus untuk penumpang kapal, mereka yang bisa menyeberang via Merak-Bakauheni wajib menggunakan masker dan dalam kondisi sehat. Petugas akan memeriksa calon penumpang.

“Untuk pelabuhan kita ya kondisi normal lagi, tapi dengan kondisi protokol kesehatan. Jadi saya sudah ngeluarin surat (kepada) operator pelabuhan, operator kapal penyeberangan untuk ‘new normal’ ini mematuhi protokol kesehatan sebagaimana yang sudah diatur,” kata Kepala BPTD Wilayah VIII Banten Nurhadi saat dimintai konfirmasi, Senin 8 Juni 2020. Seperti yang dilansir detik.com

Di pelabuhan Bakauheni sudah tidak ada pengecekan, tetapi tetap pakai masker dan ikuti protokol kesehatan. Begitu juga di pelabuhan Merak.

“Yang penting pakai masker, tidak batuk-tidak pilek-tidak demam, suhu tubuh kan diperiksa, jaga jarak harus ngikutin, aturan harus ngikutin petugas karena di pelabuhan juga ada petugas yang melakukan pemantauan pelaksanaan protokol kesehatan COVID-19,” urai Nurhadi.

 

BeritaTerkait

Discussion about this post