Di Tengah Pandemi dan Ramadhan, Pembangunan Tahap Dua RS Indonesia di Gaza Terus Berjalan

LIDIK.ID, GAZA – Pembangunan tahap dua RS Indonesia di Gaza sudah dimulai sejak Februari 2019. Dan hingga kini pembangunan terus berlanjut meski di tengah-tengah merebaknya wabah virus Corona. Diketahui virus ini  sudah memasuki Jalur Gaza. Menurut data yang didapatkan, sudah ada 375 kasus pasien Positif Corona di Palestina. Dimana 224 pasien sembuh dan 4 pasie meninggal.

Meski begitu, aktivitas pembangunan tahap dua Rumah Sakit (RS) Indonesia di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina, terus berjalan. Bulan suci Ramadan tidak menyurutkan semangat relawan dalam menunaikan amanah pembangunan RS sebagai bukti cinta mendalam rakyat Indonesia untuk Palestina.

Baca Lainnya

Hal ini disampaikan, Site Manager RS Indonesia, Edy Wahyudi, di Gaza. Melaui keterangan MER-C, Kamis, 7 Mei 2020.

“Progress pembangunan RS Indonesia tidak terganggu dan terus bergerak meskipun ada blokade Israel terhadap sejumlah material sejak beberapa bulan terakhir, ditambah merebaknya wabah virus korona yang sudah mulai masuk ke Jalur Gaza,”

Ia bersyukur aktivitas pembangunan RS Indonesia amanah dari rakyat Indonesia terus berjalan meski para kru harus melakukan penyesuaian dan antisipasi COVID-19 yang berlaku.

“Namun, dengan adanya wabah Corona, kami langsung melakukan sejumlah penyesuaian dan antisipasi di lapangan,” tambah Edy.

Kegiatan antisipasi yang dilakukan di antaranya adalah penyemprotan disinfektan di area Wisma Indonesia tempat tinggal relawan pada pagi dan sore hari. Tak hanya itu, membatasi aktifitas relawan di luar maupun keluar dari area RS Indonesia. Pengecualian diberikan untuk hal-hal yang sangat darurat dan fokus pada penyelesaian pekerjaan di bagian dalam bangunan.

Edy menyampaikan kegiatan pembangunan RS Indonesia tetap dilakukan selama bulan Ramadan dengan penyesuaian waktu aktivitas relawan.

“Pada bulan suci Ramadan, aktivitas pembangunan tetap kami lakukan selama enam hari dalam satu minggu. Sama seperti di luar bulan suci, yaitu dari hari Sabtu sampai dengan Kamis,” tandas Edy.

Penyesuaian waktu ini menurutnya dilakukan agar pembangunan tahap dua RS Indonesia tetap dapat berjalan sesuai jadwal. Namun, para relawan juga tetap punya waktu untuk memperbanyak kegiatan ibadah selama Ramadan.

Sama seperti di Indonesia, Ramadhan tahun ini juga dirasakan berbeda oleh relawan. Bila sebelumnya para relawan RS Indonesia selalu ikut meramaikan masjid-masjid di Gaza dan berbaur dengan masyarakat setempat pada waktu-waktu shalat, kini ditengah wabah corona semua kegiatan ibadah dilakukan oleh relawan di dalam area Wisma Indonesia. Hal ini dalam rangka mengikuti anjuran dari Pemerintah setempat.

Sebelumnya, RS Indonesia juga telah dibangun dan telah beroperasi sejak Desember 2015. Selain itu juga secara simbolis diserahterimakan dari rakyat Indonesia kepada rakyat Palestina, pada 9 Januari 2016.

Pembangunan tahap dua ini adalah upaya untuk menambah daya tampung pasien di rumah sakit terbesar kedua di Jalur Gaza itu.

BeritaTerkait

Discussion about this post