Diduga Melakukan Penipuan, Dukun Pengganda Uang Tewas Terbunuh

LIDIK.ID , Tangerang – Sejumlah 2 orang dari 3 terduga pelaku pembunuhan terhadap Patoni (62) warga Kampung Jawaringan, Desa Sukamanah, Kecamatan Rajeg yang diduga dukun pengganda uang telah ditangkap oleh jajaran Polresta Tangerang Polda Banten. Senin, (13/09).

Diketahui, para terduga pelaku berinisial W (35), TYP (50) dan AR (DPO), merasa telah ditipu oleh korban yang mengaku bisa menggandakan uang yang telah diberikan oleh mereka.

Baca Lainnya

Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro menjelaskan, dari keterangan para pelaku, mereka telah membuat perjanjian dengan korban untuk melakukan penggandaan uang sebelum aksi pembunuhan dan pencurian dilakukan.

Uang yang diserahkan sebanyak Rp 68,2 juta dan dijanjikan akan digandakan menjadi Rp 20 Miliar.

“Mereka menyerahkan uang sebesar Rp68,2 juta kepada Patoni. Katanya, uang tersebut akan dijadikan syarat untuk mengambil uang dari Pantai Selatan sebesar Rp20 Miliar, dan setelah dapat akan diberikan kepada W, TYP, dan AR,” ujar Wahyu saat menggelar press conference, Senin (13/09).

Namun seiring berjalannya waktu, Patoni tidak memberikan uang yang dijanjikannya kepada para pelaku. Merasa ditipu, akhirnya pelaku merasa kesal dan bersepakat untuk membalas dendam kepada korban.

Ketiga pelaku mendatangi rumah Patoni di Kampung Jawaringan, Desa Sukamanah, Kecamatan Rajeg secara diam-diam melalui jendela yang dicongkel menggunakan obeng pada hari Jum’at (16/07) lalu.

Kemudian korban langsung dibekap dengan bantal dan kakinya diikat menggunakan selimut serta tali klem. Tidak hanya itu, para pelaku kemudian memukuli korban hingga meninggal dunia.

“Setelah puas memukuli korban, ketiga pelaku pembunuhan ini mengambil barang-barang berharga yang ada di rumah Patoni, diantaranya dua unit sepeda motor, handphone dan uang tunai,” katainya.

Setelah melakukan aksinya, ketiga pelaku langsung melarikan diri dan sempat kabur ke Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan itu Satreskrim Polres Kota Tangerang langsung melakukan pengejaran ke sana.

Namun, para pelaku telah berpindah tempat ke Kalideres, Jakarta Barat dan pengejaran segera dilanjutkan.

“Kedua pelaku yang berinisial W dan TYP berhasil ditangkap di  Kampung Belakang, Kelurahan Kamal, Kecamatan  Kalideres pada (21/8) lalu. Sementara AR masih dalam pengejaran,” ujar Wahyu.

Saat ini, 2 pelaku telah berhasil ditangkap bersama barang bukti berupa 2 unit sepeda motor beat, 2 unit handphone, 1 buah bantal yang diduga untuk membekap korban dan 1 buah selimut warna merah yang diduga untuk mengikat kaki korban.

Akibatnya, kedua pelaku terancam hukuman mati dengan jeratan Pasal 340 KUHp atau Pasal 331 KUHP dan Pasal 365 ayat 4 KUHP dengan ancaman hukuman mati.

“Mudah-mudah satu pelaku yang lainnya bisa segera kami tangkap,” pungkas Wahyu.

(MYG)

BeritaTerkait

Discussion about this post