Dokter Li Wenliang yang Dibungkam karena Virus Corona Meninggal Dunia

(LIDIK.ID) – Dokter Li Wenliang (34), yang pertama kali memperingatkan adanya virus corona di China, meninggal dunia, dokter yang sempat dibungkam pemerintah China saat menyebarkan potensi bahaya virus corona, dinyatakan meninggal dunia. Melansir dari South China Morning Post, meninggalnya dokter tersebut telah dikonfirmasi Rumah Sakit Pusat Wuhan. Ia sempat dirawat karena ikut tertular virus corona.

Diberitakan South China Morning Post (07/02/2020), Dokter Li yang bekerja di Rumah Sakit Pusat Wuhan meninggal dunia pada (07/02/2020) waktu setempat.

Baca Lainnya

“Kami sangat menyesal mendengar kabar meninggalnya dokter yang berada di garis terdepan, yang berkomitmen untuk merawat pasien,” ungkap Direktur Program Darurat Kesehatan WHO, Michael Ryan.

Li mulai menunjukkan gejala virus corona seperti batuk dan demam pada (10/01/2020). Ia diduga tertular dari pasiennya dan dinyatakan positif corona dua hari kemudian.

Kondisi Li terus memburuk sehingga dia harus dirawat di ruang ICU dengan bantuan oksigen. Ia juga sempat wawancara dengan CNN pada (04/02/2020), dan terlihat batuk-batuk serta sesak nafas.

Sebelumnya, dalam hasil penyelidikan New York Times, terungkap Li adalah satu dari delapan orang yang sempat ditahan polisi Kota Wuhan. Alasannya, mereka dianggap menyebarkan berita hoaks yang berpotensi memicu keresahan.

Li yang praktik sebagai dokter mata memperingatkan kawan-kawannya di grup tim medis soal munculnya lagi virus SARS pada akhir Desember 2019 lalu. Peringatan Li ini lantas tersebar lalu viral, tanpa menyensor namanya.

Polisi menganggap Li menyebarkan rumor. Dia diwajibkan menandatangi surat pengakuan bahwa dia telah melakukan tindakan yang salah. Kepada CNN, Li ketika itu mengaku terpaksa menandatangani surat itu karena takut dipenjara.

Menanggapi berpulangnya Dokter Li, pengguna media sosial di China ramai dengan komentar yang meminta pihak berwenang meminta maaf atas perlakuan mereka terhadap Li saat ia mengingatkan bahaya virus corona

BeritaTerkait

Discussion about this post