Dosen UGM Masuk ke 100 Orang Paling Berpengaruh Dunia 2021 Versi Time

LIDIK.ID , Jakarta – Seorang wanita bernama Adi Utarini yang menjabat sebagai guru besar kesehatan masyarakat, di Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, berhasil masuk ke dalam daftar 100 Orang Paling Berpengaruh Dunia versi majalah terkenal Amerika Serikat, Time. Jum’at, (17/09).

Prof Uut, biasa ia disapa berhasil masuk ke dalam daftar 100 Orang Paling Berpengaruh Dunia karena risetnya yang berhasil memberantas virus penyakit Demam Berdarah / Dengue (DBD).

Penyakit DBD menurut WHO, juga termasuk dalam daftar 10 ancaman terbesar bagi kesehatan dunia.

Diketahui memang Uut juga berprofesi sebagai peneliti kesehatan masyarakat yang bekerja di bidang pengendalian penyakit DBD.

Artikel tentang Uut ditulis oleh pendiri Bill and Melinda Gates Foundation, Melinda French Gates yang menceritakan testimoninya setelah bertemu langsung dengan Uut saat berkunjung ke Indonesia.

Melinda mendatangi keluarga yang tinggal di dekat laboratorium Uut saat itu di Yogyakarta.

“Saya infin mendengar bagaimana dia (Uut) berhasil meyakinkan orang-orang untuk membirkan dia melepaskan sekawanan nyamuk di sekitar lingkungan mereka,” ujar Melinda.

Cara Uut dalam memberantas virus DBD memang terbilang unik, dimana ia melepas sekawanan nyamuk aedes aegytpi ke lingkungan pemukiman warga.

Banyak yang bertanya-tanya, kok Uut malah melepas nyamuk pembawa virus tersebut? Tenang, nyamuk yang dilepas oleh Uut sudah mengandung bakteri wolbachia.

Bakteri tersebut membuat virus dengue tidak dapat bereplikasi di dalam tubuh nyamuk aedes aegytpi, oleh karena itu nyamuk tersebut tidak berbahaya lagi.

Pada tahun 2020, Uut mengumumkan bahwa metode itu terbukti berhasil menurunkan kasus DBD hingga 77% selama periode penelitian.

“Ini adalah kemenangan kemajuan global bahwa sebagian besar tingkat penyakit menular cenderung menurun dari tahun ke tahun.” lanjut Melinda.

Nama Uut juga masuk ke dalam 10 Orang Penting di Dunia Sains pada tahun 2020 yang dirilis oleh jurnal ilmiah Nature.

(MYG)

Discussion about this post