DPR Lakukan Uji Kelayakan Calon Hakim Agung Secara Transparan

LIDIK.ID , Jakarta – Nama 11 orang calon Hakim Agung yang diusulkan Komisi Yudisial (KY) telah diterima oleh Ketua DPR RI, Puan Maharani dan seluruh pimpinan DPR lainnya. Jum’at, (17/09).

Pimpinan KY telah menyampaikan nama para calon Hakim Agung tersebut di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Nantinya para calon tersebut akan dipilih secara transparan kepada publik.

“Proses pemilihan Calon Hakim Agung akan dilakukan secara terbuka, transparan, parsipatif dan akuntabel,” ujar Puan.

Seleksi calon Hakim Agung telah dilakukan sejak Februari-Agustus 2021. Rekrutmen dibuka oleh KY sesuai dengan sesuai dengan ketentuan UU Nomor 18 Tahun 2011, serta Peraturan Komisi Yudisial Nomor 2 Tahun 2016 tentang Seleksi Calon Hakim Agung secara internal dari hakim karier maupun dari masyarakat.

Seleksi yang dilakukan KY diharapkan oleh Puan dapat menghsilkan calon Hakim Agung terbaik. Diketahui 11 orang calon Hakim Agung tersebut berdasarkan Pasal 24A ayat (3) UUD 1945, disampaikan kepada DPR untuk mendapat persetujuan yang kemudian ditetapkan oleh Presiden.

“Sehingga hasil seleksi yang disampaikan kepada DPR RI adalah calon Hakim Agung yang  layak untuk diajukan dan telah memenuhi kualifikasi sebagai calon Hakim Agung,” ungkap Puan.

Kesebelas nama calon Hakim Agung tersebut juga harus diseleksi dengan memperhatikan reka jejaknya, guna menjaga kehormatan dan keluruhan martabat hakim.

“Meskipun proses pemilihan calon Hakim Agung dilakukan di DPR, namun calon Hakim tersebut harus bebas dari pengaruh kepentingan politik dan independen,” jelas Puan.

“Hal ini penting dalam rangka membangun kepercayaan publik terhadap kinerja lembaga peradilan dan proses penegakan hukum di Indonesia,” imbuhnya.

Komisi III telah ditugaskan oleh Badan Musyawarah (Bamus) DPR untuk melakukan fit and proper test terhadap 11 calon Hakim Agung hasil seleksi dari KY.

“Sesuai dengan ketentuan undang-undang, Komisi Yudisial diberikan kewenangan untuk melakukan proses seleksi, namun demikian tetap diperlukan sinergitas antara Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung sehingga rekrutmen calon Hakim Agung dapat memenuhi kebutuhan Hakim Agung di Mahkamah Agung,” papar Puan.

Proses uji kelayakan calon Halim Agung akan dilakukan hari ini oleh Komisi III DPR RI dengan dilakukannya pengambilan nomor urut dan pembuatan makalah di tahap awal. Kemudian dilanjutkan dengan fit and proper test pada Senin dan Selasa pekan depan.

Dari 11 calon Hakim Agung yang disampaikan KY kepada DPR RI, 8 diantaranya dari Kamar Pidana, 2 dari Kamar Perdata dan 1 dari Kamae Militer.

Berikut nama kesebelas calon Hakim Agung tersebut:

Kamar Pidana:

  1. Aviantara, S.H., M.Hum. (Inspektur Wilayah I Badan Pengawasan Mahkamah Agung)
  2. H. Dwiarso Budi Santiarto, S.H., M.Hum. (Kepala Badan Pengawasan Mahkamah Agung)
  3. Jupriyadi, S.H., M.Hum. (Hakim Tinggi Pengawasan pada Badan Pengawasan Mahkamah Agung)
  4. Dr. Prim Haryadi, S.H., M.H. (Dirjen Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung)
  5. Dr. Subiharta, S.H., M.Hum (Hakim Tinggi Pada Pengadilan Tinggi Bandung)
  6. Suharto, S.H., M.Hum. (Panitera Muda Pidana Khusus pada Mahkamah Agung)
  7. Suradi, S.H., S.Sos., M.H. (Hakim Tinggi Pengawas pada Badan Pengawasan Mahkamah Agung)
  8. Yohanes Priyana, S.H., M.H. (Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Kupang)

Kamar Perdata:

  1. Ennid Hasanuddin, S.H., C.N., M.H. (Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Banten)
  2. Dr. H. Haswandi, S.H., M.Hum., M.M. (Panitera Muda Perdata Khusus Mahkamah Agung)

Kamar Militer:

  1. Brigjen TNI Dr. Tama Ulinta Br Tarigan, S.H., M.Kn. (Wakil Kepala Pengadilan Militer Utama)

(MYG)

Discussion about this post