Dukung Solidaritas Demostran Kematian George Floyd, Polisi AS Ikut Bertekuk Lutut

LIDIK.ID, NEW YORK – Aksi memprotes kematian pria kulit hitam bernama George Floyd marak di Amerika Serikat (AS), termasuk di dekat Gedung Putih yang berujung bentrokan. Sejumlah polisi di Miami hingga New York menunjukkan solidaritas dengan berlutut bersama para demonstran.

Berbagai unjuk rasa memprotes kematian Floyd berlanjut di puluhan wilayah AS. Salah satu unjuk rasa digelar di dekat Gedung Putih, Washington DC. Dalam unjuk rasa terbaru pada Minggu (31/5) malam waktu setempat, para demonstran terlibat bentrok dengan polisi setempat.

Baca Lainnya

Gas air mata dan granat kejut ditembakkan polisi untuk membubarkan demonstran yang berkumpul di sebuah taman dekat Gedung Putih dan melakukan aksi pembakaran.

Polisi di Atlanta ikut berlutut bersama demonstran sebagai gelar aksi damai. (AP)
Sementara itu, sejumlah polisi di berbagai kota AS, seperti Miami hingga New York, menunjukkan solidaritas untuk para demonstran. Para polisi ini berlutut bersama demonstran yang sedang menggelar aksinya secara damai. Beberapa polisi lainnya bergabung dengan aksi long-march para demonstran.
Polisi di Santa Cruz berlutut di tengah demonstran, sebagai bentuk dukungan atas protes kematian George Floyd.( Twitter @SantaCruzPolice )

Di Florida pada Sabtu, 30 Mei 2020, beberapa polisi dari berbagai divisi berlutut bersama demonstran dalam doa di depan Balai Kota Coral Gables.

Lalu di Michigan, Sheriff Genesee County Chris Swanson berjalan bersama para demonstran dan meneriakkan “berjalanlah bersama kami!” “Ayo, ayo,” kata Swanson di kerumunan seraya melanjutkan, “Di mana kamu ingin berjalan? Kami akan ikut berjalan sepanjang malam.”

Aksi protes di New York itu melibatkan ratusan orang dan berlangsung damai, kata Abraham dikutip dari CNN. Abraham yang mengelola sebuah organisasi bernama The BlaQue Resource Network di Queens mengatakan, dia belum pernah melihat polisi melakukan itu selama bertahun-tahun, bahkan di demonstrasi lainnya yang ditayangkan televisi.

“Itu bagus, itu pertanda baik, tapi yang sebenarnya kita cari adalah tindakan,” ucapnya.

“Aku lebih terkesan jika kita tidak diinjak dan ditembak mati. Itulah yang kuinginkan.”

Kantor polisi 103th NYPD berada di dekat tempat demonstrasi yang berlokasi di lingkungan warga Jamaika di Queens. Abraham melanjutkan, aksi berlutut polisi ini sangat baik tapi baru permulaan.

“Aku benar-benar ingin memperjelas bahwa ini tidak cukup. Ini awal yang baik, tapi belum cukup,” pungkasnya.

BeritaTerkait

Discussion about this post