Fakta dan Mitos Cegukan

LIDIK.ID, BANDAR LAMPUNG – Cegukan atau singultus terjadi ketika diafragma, atau membran otot yang memisahkan rongga dada dan rongga perut, mengalami kontraksi. Setiap kontraksi yang terjadi pada organ akan memiliki peran penting dalam pernapasan tersebut dan mengakibatkan pita suara menutup tiba-tiba, sehingga menghasilkan suara khas cegukan “hiks”.

Cegukan dapat terjadi selama beberapa detik atau menit (sementara) hingga lebih dari 48 jam (berkepanjangan). Tiap orang pernah mengalami kondisi ini, siapa saja sih yang bisa mengalami cegukan?

Kali ini, LIDIK.ID akan membahas fakta dan mitos seputar cegukan.

 

1. Cegukan Tanda Bertambah Besar

Banyak orang jaman dahulu atau nenek-kakek mengatakan bahwa cegukan merupakan tanda akan tumbuh besarnya seorang anak. Menurut mereka, cegukan dapat menarik otot-otot tulang hingga menjadikan anak bertambah tinggi. Hal ini tentu saja mitos.

Cegukan biasanya terjadi karena makan terlalu cepat, makan atau minum terlalu banyak, minum minuman bersoda dan beberapa kondisi medis tertentu yang bisa menyebabkan cegukan. Jadi tidak ada hubungannya sama sekali dengan bertumbuh besar atau tinggi. Itu berarti hal ini adalah Mitos.

 

2. Janin Juga Mengalami Cegukan

Menurut thebump.com, cegukan bayi di dalam rahim adalah gerakan-gerakan kecil yang dilakukan diafragma bayi ketika dia mulai berlatih bernapas.

Saat bayi menarik napas, cairan ketuban memasuki paru-parunya, menyebabkan dia mengembangkan diafragma untuk berkontraksi. Hasil? Kasus kecil cegukan dalam rahim.

Meski ini sangat normal terjadi dan tidak berbahaya, tapi jika cegukan terjadi pada janin terlalu sering seperti lebih dari 4 kali sehari selama beberapa minggu berturut-turut, Moms harus periksakan ke dokter karena bisa jadi tanda indikasi janin terlilit tali pusar.

Nah, ternyata yang bisa mengalami cegukan bukan hanya bayi hingga orang dewasa saja, tapi janin yang masih ada di dalam rahim juga bisa mengalaminya. Jadi, pernyataan ini adalah Fakta.

 

3. Tahan Napas untuk Menghentikan Cegukan

                 

Pasti kalian sering diminta untuk menahan napas untuk menghentikan cegukan bukan? Menurut Tyler Cymet, kepala pendidikan kedokteran di American Association of Colleges of Osteopathic Medicine, dia sudah melakukan studi selama 5 tahun yang melibatkan 54 pasien rumah sakit dengan cegukan, tapi tidak ada satupun teknik yang terbukti efektif menghilangkan cegukan. Termasuk menahan napas.

“Orang-orang memiliki banyak intervensi yang sangat menarik tentang cegukan, salah satunya adalah menahan nafas. Tapi saya sudah membuktikannya, dan tidak ada yang berhasil pada pasien saya” ungkap Cymet seperti dikutip dari The Guardian.

Namun, ada juga studi yang menyatakan jika metode menahan napas dapat membuat tubuh mempertahankan karbondioksida, yang diperkirakan dapat merilekskan dan menghentikan kejang diafragma penyebab cegukan.

Jadi, meski ada yang sudah meneliti dan mengatakan ini hanya Mitos dalam mengatasi cegukan, kalian tetap dapat mencoba cara ini. Siapa tahu cara ini benar dapat menghentikannya.

 

4. Emosi Berlebihan Menyebabkan Cegukan

Dokter senior Anthony L. Komaroff, M.D., dilansir dari Harvard Health Publishing, mengatakan bahwa stres, terlalu bersemangat, dan emosi berlebihan serta mendadak lainnya dapat menjadi penyebab cegukan.

Meski menurut para ilmuwan belum ada satupun pemicu yang jelas bagaimana cegukan bisa terjadi, tapi emosi berlebihan seringkali terbukti menjadi salah satu pemicunya. Untuk menghentikannya, diri kita sendiri harus rileks terlebih dahulu.

Clinical Correlation juga mengungkapkan bahwa anoreksia dan malingering (pura-pura sakit atau melebih-lebihkan kondisi sakit) juga bisa menyebabkan cegukan.

Cara-cara alami yang sering kita ketahui juga sebenarnya tidak pernah terbukti secara ilmiah, cara-cara tersebut hanya dipercaya dapat membuat diri kita rileks dan menghentikan cegukan tersebut. Terdengar seperti mitos, tapi inilah sebuah Fakta!

 

5. Cegukan Bisa Sebabkan Kematian

 

Cegukan sebenarnya bukanlah kondisi berbahaya. Cegukan terjadi karena kontraksi spontan (kejang) otot diafragma yang tiba-tiba. Ketika otot kejang, pita suara menutup, menghasilkan suara cegukan.

Namun, cegukan yang terjadi lebih dari 48 jam bisa jadi tanda kerusakan saraf atau iritasi, yang disebabkan oleh tumor atau kista di sekitar leher, refluks asam lambung, atau radang tenggorokan.

Jika cegukan yang kalian alami disebabkan hal itu, penyakit tersebutlah yang akan menyebabkan kematian, bukan cegukan itu sendiri. Jadi ini adalah Mitos.

 

6. Hewan Juga Mengalami Cegukan

Manusia bukan satu-satunya makhluk hidup yang dapat mengalami cegukan. Hewan juga bisa mengalami cegukan dan merasakan sensasi cegukan yang sama seperti manusia.

Akan tetapi, suara cegukan pada hewan bisa berbeda-beda satu sama lain. Suara cegukan pada hewan dipengaruhi oleh jenis dan ukuran hewan. Sebagai contoh, suara cegukan anak kucing cenderung tidak terdengar, sedangkan cegukan kuda cenderung terdengar keras. Ini adalah Fakta.

 

Setelah mengetahui fakta dan mitos seputar cegukan, disarankan memang sebenarnya kita harus menenangkan diri supaya cegukan bisa berhenti dengan sendirinya.

Namun jika cara-cara seperti minum air cepat-cepat, menahan napas, dan berbagai cara lainnya dapat membantu menenangkan. Silahkan coba di rumah!

Discussion about this post