Fakta dan Pentingnya Tersenyum. Sudah Tersenyum Belum Hari Ini?

LIDIK.ID, BANDAR LAMPUNG – Tanpa disadari, senyum merupakan hal sederhana yang membantu emosi dan membuat kita terlihat awet muda. Banyak sekali hal positif yang didapatkan dari senyum yang terukir melalui bibir kita. Bahkan, selain membuat mood kita sendiri bagus, tersenyum juga bisa membuat orang di sekitar kita merasakan aura positif yang kita miliki.

Kali ini, LIDIK.ID akan mengumpulkan fakta terseyum yang didapatkan dari berbagai macam sumber untuk sobat lidikins!

 

1. Tersenyum dapat membuat terlihat lebih muda.

 

Penelitian baru negara Belanda pada 481 peserta, yang membuat berbagai bentuk wajah untuk mengekspresikan emosi yang berbeda, menemukan bahwa bahwa berdasarkan hasil komputerisasi dan perkiraan dari orang lain, peserta yang tersenyum tampak lebih muda dari usia mereka yang sebenarnya. Akan tetapi, peserta tersebut berusia di atas 40 tahun. , Mereka yang berusia di bawah 40 tampak lebih muda ketika mereka memasang ekspresi yang lebih netral, menurut ScienceDaily.

2. Senyuman dapat memprediksi panjangnya usia.

Sebuah penelitian tahun 2010 menunjukkan korelasi kekuatan senyuman 150 pemain Major League Baseball dengan panjang usia mereka. Penelitian didasarkan pada 150 foto-foto mereka dari tahun 1952. Mereka yang dianggap memiliki senyum Duchenne (asli, berseri) memiliki hidup rata-rata selama 80 tahun. Mereka yang hanya setengah tersenyum, hidup sampai sekitar usia 75. Sisanya yang sama sekali tidak tersenyum masuk dalam kelompok usia 72. Tentu saja senyum itu sendiri tidak menyebabkan umur panjang, tulis Psychology Today dalam situsnya, tetapi dengan tersenyum menunjukkan bagaimana orang-orang menjalani hidup mereka.

3. Mengetahui karakter pasangan.

Salah satu cara untuk mengetahui karakter calon pasangan adalah melalu buku tahunan sekolahnya. Peneliti DePauw University menganalisis senyuman ratusan lulusan dalam beberapa tahun foto buku tahunan, mereka menemukan bahwa 10 persen Smilers, sebutan mereka yang suka senyum, memiliki tingkat perceraian sekitar satu dari 20 orang. Mereka yang berada di bawah 10 persen kemungkinan besar lima kali lebih mungkin untuk bercerai. “Smilers cenderung lebih bahagia, lebih sosial, dan emosinya lebih stabil, semua ciri mengarah pada hubungan yang sukses,” menurut Psychology Today sebagaimana ditulis oleh READERDIGEST. Tersenyum membuat orang lain ikut tersenyum serta mengarahkan ke tatanan sosial yang saling menular dan menguntungkan.

4. Penghilang stress.

Bahkan ketika Anda memaksa untuk tersenyum, itu sudah membantu Anda terhindar dari stress. Hal tersebut disimpulkan dari penelitian HealthDay News yang menyuruh peserta memegang sumpit di mulut mereka. Studi lain dari University of Kansas menemukan bahwa tersenyum selama mengerjakan tugas yang berat mencegah datangnya stress. Sementara senyum yang tulus menangkal lebih banyak lagi datangnya stress. Lebih baik senyum terpaksa daripada tidak sama sekali.

5. Sebuah senyuman setara 2000 batang cokelat


Senyum merangsang sistem stimulasi otak lebih baik dibandingkan makanan manis. Penelitian di Inggris menemukan bahwa satu senyuman dapat menghasilkan tingkatan yang sama dengan 2000 batang cokelat dalam hal stimulasi otak, pembahasan TED tentang senyuman.

6. Satu otot bertanggung jawab untuk senyum yang tulus.


Apa yang membedakan senyum Duchenne dengan senyum palsu? Menurut penulis Marianne LaFrance, “ketika orang-orang yang benar-benar tersenyum, dalam ledakan emosi yang positif, tidak hanya untuk sudut-sudut mulut yang dikendalikan oleh otot utama zygomaticus, tetapi juga area mata. Hal ini menyebabkan meluasnya keriput di sekitar sudut luar mata dan otot tersebut juga bertanggung jawab untuk lipatan di kelopak mata atas. Kebanyakan orang tidak bisa melakukan itu dengan sengaja.”

 

Nah, sobat lidikns hari ini sudah tersenyum, belum? Jangan lupa juga kalau tersenyum merupakan sebagaian dari iman atau ibadah! Tersenyumlah untuk diri sendiri dan orang-orang disekitar anda untuk menyebarkan aura positif.

Discussion about this post