Gubernur Arinal Kunker ke Jawa Barat Guna Melihat Teknologi Pertanian Presisi

LiDIK.ID , Jawa Barat – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melakukan kunjungan kerja ke Cisaat Precision Agriculture Farm, Jawa Barat, untuk melihat langsung pemanfaatan inovasi teknologi pertanian presisi (presicion agriculture). Senin, (22/11).

Dalam kunjungannya, Arinal didampingi oleh Anggota DPR RI Hanan A. Rozak, Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung Kusnardi, dan Pengusaha Erwin Aksa.

Kedatangan Arinal dan rombongan disambut langsung oleh Direktur Utama PT Buwana Selaras Investment Widjajanto selaku pemegang lisensi sistem Lead Tech International (LTI).

Arinal berkomitmen akan pembangunan sektor pertanian di Provinsi Lampung guna meningkatkan ekonomi kerakyatan. Karenanya inovasi pertanian terus dilakukan.

Dalam kunjungan itu, Arinal melihat secara langsung pemanfaatan teknologi pertanian presisi (presicion agriculture), yang dinilai mampu meningkatkan produktivitas pangan.

Peningkatan dapat dikakukan melalui melengkapi sistem pertanian dengan teknologi yang bisa dengan tepat memenuhi kebutuhan tanaman.

Area yang ditinjau oleh Arinal adalah control room, green house, dan lahan terbuka Cisaat Precision Agriculture Farm.

Seperti diketahui, air merupakan salah satu kebutuhan primer untuk pertanian.

Tanpa air, semua tumbuhan akan terhambat pertumbuhannya, bahkan mati akibat kekeringan. Saat ini banyak tantangan yang harus dihadapi masyarakat, diantaranya pemanasan global secara luas yang mempengaruhi seluruh benua.

Kekurangan air dan lahan dapat menciptakan ancaman keamanan pangan secara global.

Metode irigasi secara tradisional yang kerap digunakan saat ini tidak dapat memenuhi kebutuhan tanaman secara nyata, sehingga mengakibatkan tanaman tidak dapat tumbuh optimal atau potensi genetiknya tidak maksimal.

Penggunaan air dan pupuk yang berlebihan dan mahal juga berbahaya bagi tanaman dan lingkungan.

Dengan beragam tantangan yang ada, Widjajanto menerapkan sistem pertanian presisi (precision agriculture) seluas 5 hektare di Cisaat, Kabupaten Bekasi pada awal Lead Tech Internasional (LTI).

Sepert, meliputi 8 unit green house yang berisi aneka sayuran dan buah (melon, kangkung, kalian, cabai, tomat, pakcoy), lahan terbuka berisi padi, singkong, tebu, kapas, jahe merah dan areal perkebunan berisi mangga, jeruk, lemon, alpukat, manggis, kopi, coklat hingga sagu. Dan selanjutnya diterapkan untuk lahan seluas 25 Ha.

Dengan sistem pertanian presisi itu, semua rumpun tanaman dialiri selang yang menyalurkan nutrisi dan air. Teknologi itu bahkan dapat menghemat air hingga 40%, serta meningkatkan produktivitas tanaman 300%.

Pada tanah juga dipasangi sensor untuk mendeteksi juka padi sudah merasa “kenyang” nutrisi, maka sensor akan memberitahu untuk menghentikan aliran air dan nutrisi.

Beberapa negara lain di Asia, Afrika dan Timur Tengah juga telah menerapkan teknologi pertanian presisi ini, yang berhasil berkat penggunaan sejumlah pipa khusus (dripping lines), dan diikuti dengan pemasangan sensor, dan penyediaan ruang kontrol (control room).

Dengan teknologi ini juga memungkinkan untuk memonitor kebutuhan air hingga pupuk dari setiap tanaman yang termonitor oleh sensor, serta dari permintaan kebutuhan tersebut akan dikirimkan data ke ruang kontrol, lantas melalui algoritma yang bekerja selama 24 jam per hari akan disalurkan kebutuhan air dan pupuk sesuai permintaan tanaman.

Adapun keuntungan dari sistem ini adalah setiap tanaman mendapatkan kondisi pertumbuhan yang ideal di ruang terkontrol yang kecil dan terbatas di dalam area pertumbuhan yang lebih besar.

Selain itu, para petani juga dapat menanam tanaman yang berbeda dalam satu plot. Sehingga, waktu panen akan lebih singkat dan dapat terus memantau kesehatan dan kondisi tanaman, dengan menggunakan pupuk, air dan lain-lain secara efektif, serta pemasangan sejumlah sensor.

(MYG)

Discussion about this post