Guru SD Way Halim Bandar Lampung Tewas Gantung Diri dan Tinggalkan Surat Wasiat untuk Istri

LIDIK.ID, Bandar Lampung – Kabar duka yang mengejutkan didapatkan oleh istri dari seorang guru olahraga SDN 3 Wayhalim, Nanang Supriyono (49), yang menemukan suaminya tewas tergantung di dapur rumahnya, Jalan Agung Raya, Perumnas Wayhalim, Bandar Lampung, Kamis (2/4) begitu sang istri pulang dari rumah orang tuanya pada pukul 10.00 WIB.

Sang istri berteriak histeris dan segera meminta bantuan warga begitu melihat suaminya dengan posisi leher terjerat tali yang diikat di ventilasi dapur.

Penjaga sekolah SDN 3 Wayhalim Titi Sumarni (41) mengaku terkejut melihat kerumunan di rumah korban, saat ia pulang dari pasar.

Tak berselang lama, tim Inafis Polresta Bandar Lampung bersama Polsek Sukarame tiba di lokasi kejadian dan langsung mengolah tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolsek Sukarame Kompol Evinater Siallagan mengatakan, penyebab kematian korban yang nekat gantung diri masih diselidiki. “Kita masih selidiki motif korban gantung diri. Dari hasil olah tkp, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,” katanya.

Petugas mengevakuasi jasad guru SD di bandar Lampung yang ditemukan tewas gantung diri. (Foto: iNews/Ruslan AS)

Penjaga sekolah SDN 3 Wayhalim Titi Sumarni (41) mengaku terkejut melihat kerumunan di rumah korban, saat ia pulang dari pasar.

“Dia (Nanang, Red), datang ke sini pagi. Saya tungguin nggak keluar-keluar. Jadi saya tinggal ke pasar. Sekitar jam 11.00 WIB, warga sudah rame. Ada polisi,” kata Titi di lokasi kejadian.

Petugas Polsek Sukarame, Bandar Lampung menemukan tiga surat wasiat yang ditulis Nanang Supriyono (39) guru SDN 3 Way Halim Bandar Lampung yang ditemukan tewas gantung diri di dapur rumah dinas sekolah, Kamis (2/4/2020).

Surat wasiat itu ditujukan kepada istri dan anaknya. Saat ini, ketiga surat wasiat itu sudah diamankan polisi berikut sandal jepit milik korban.

Kapolsek Sukarame, Kompol Evinater Siallagan mengatakan, surat wasiat itu ditemukan di kamar rumah dinas sekolah tempat korban melakukan aksi bunuh diri. “Kita temukan tiga surat wasiat. Isinya minta istri dan anaknya jangan sedih,” kata Evinater.

Setelah dievakuasi, jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bayangkhara Polda Lampung untuk dilakukan visum.

Kematian pria yang sehari hari mengajar pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan ini mengagetkan rekan kerjanya.

Kepala SD Negeri 3 Way Halim, Chandra Layla mengatakan, selama ini, korban tidak pernah mengeluh ada masalah. Korban juga dikenal baik oleh warga maupun teman kerja. “Terus terang kami kaget, karena selama ini tidak pernah mengeluh ada masalah,” katanya.

Diketahui bahwa Nanang tidak memilki masalah dengan tetangga maupun rekan kerjanya. Belaiu juga memiliki riwayat hidup yang baik. Bahkan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Kepala SD Negeri 3 Way Halim, Chandra Layla mengatakan, selama ini, korban tidak pernah mengeluh ada masalah. Korban juga dikenal baik oleh warga maupun teman kerja. “Terus terang kami kaget, karena selama ini tidak pernah mengeluh ada masalah,” katanya.

 

Discussion about this post