Gus Sholah Wafat, Tokoh NU Serba bisa

(LIDIK.ID) – INDONESIA – Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, wafat, (02/02/2020) 20.55 WIB. Gus Sholah meninggal setelah sempat dirawat di rumah sakit selama dua pekan akibat gangguan ritme jantung.

Gus Sholah sebelumnya dilarikan ke rumah sakit karena mengalami gangguan ritme jantung dua pekan lalu. Atas saran dokter, Gus Sholah lalu menjalani operasi ablasi atau pemasangan kateter ke dalam ruang jantung.

Baca Lainnya

“Alhamdulillah sukses. Balik ke rumah beberapa hari, kemudian lemas dan dirawat lagi sampai sekarang. Jumat kemarin Bapak drop banget,” kata anak Gus Sholah, Irfan Asy’ari Sudirman Wahid atau Ipang Wahid.

Pada (02/02/2020) pagi, kondisi Gus Sholah semakin kritis. Mantan Wakil Ketua Komnas HAM itu tutup di usia 78 tahun.

Gus Sholah tak hanya dikenal sebagai ulama, tapi juga aktivis dan politisi. Adik kandung Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini pernah menjabat sebagai anggota MPR di masa awal reformasi 1998.

Pada 1998, Gus Sholah mulai aktif menulis dan mengirimkan buah pikirannya ke berbagai media cetak, mulai dari Republika, Kompas, hingga Suara Karya. Tulisannya banyak menyoroti berbagai masalah yag dihadapi umat dan bangsa saat itu.

Di akhir 2001, Gus Sholah juga lolos sebagai Wakil Ketua II Komnas HAM. Selama di sana, ia sempat memimpin Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengusut kasus Kerusuhan Mei 1998. Ia juga sempat menjadi Ketua Tim Penyelidik Adhoc Pelanggaran HAM Berat kasus Mei 1998, Ketua Tim Penyelidikan Kasus Pulau Buru, dan kasus-kasus besar lainnya.

Nama pria berusia 78 tahun ini semakin dikenal saat menjadi calon wakil presiden di Pilpres 2004 mendampingi Wiranto. Namun, keduanya gagal lolos dan tersingkir di putaran pertama dengan perolehan suara 22,15%.

Gus Sholah bukan hanya tokoh besar bagi umat Islam. Ia adalah kader Nahdlatul Ulama yang serba komplit. Selamat jalan, Gus Sholah.

 

BeritaTerkait

Discussion about this post