Hasil Swab Terlambat, Pasien Covid-19 Tanggamus Dimakamkan Tanpa Protokol Kesehatan

LIDIK.ID, LAMPUNG, KOTA AGUNG – Selama ini, pemakaman jenazah pasien Covid-19 yang dihimbau oleh pemerintah dan dilakukan tim kesehatan adalah sesuai dengan protokol Covid-19 yang berlaku. Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan dari jenazah pasien yang terinfeksi.

Lain halnya yang dilakukan oleh pengurus jenazah di Tanggamus. Proses pengurusan jenazah dan pemakaman pasien positif Covid-19 nomor 01 di Tanggamus tanpa protokol kesehatan. Akibatnya, beberapa orang terkait proses tersebut akan menjalani rapid test untuk mendeteksi paparan virus berbahaya tersebut.

Pada kenyataannya, pasien 01 ini meninggal dunia pada 10 Mei 2020 yang dinyatakan positif berdasarkan tes swab pada Kamis, 21 Mei 2020. Keterlambatan hasil swablah yang membuat pemakaman jenazah tersebut tanpa protokol kesehatan Covid-19. Kerlambat hal ini terjadi dikarenakan adanya gangguan teknis saat pengiriman dari Palembang.

Dari informasi yang didapat, sebanyak 38 orang yang berkontak erat dengan pasien 01 akan melakukan rapid test dan screening yang akan dibantu oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 Tanggamus.  Diketahui pula, pasien merupakan pria 69 tahun, warga Kecamatan Pulau Panggung, Kabupaten Tanggamus, dan memiliki riwayat perjalanan ke Gowa, Sulawesi Selatan.

Menurut juru bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Tanggamus, Eka Apriyanto, 38 orang yang akan menjalani tes merupakan orang yang kontak erat dengan pasien. Termasuk warga yang berkontak langsung saat proses penguburan jenasah pasien. Tindakan dinilai sangat penting, sebab dalam prosesi pemakaman tidak menjalankan protokol covid-19.

“38 orang ini merupakan hasil tracing kami dan kemungkinan akan bertambah lagi jumlahnya,” ujarnya.

Warga hasil tracing tersebut semua berasal dari Kecamatan Pulau Panggung dan untuk sementara merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG). Adapun pemeriksaan yang akan diberikan adalah dengan melaksanakan 2 kali screening dan rapid test. Bila hasilnya nonreaktif (negatif) maka akan kembali dilakukan tes pada 10 Juni 2020 untuk memastikan.

“Sedangkan bila hasilnya sudah ditemukan positif maka akan dilanjutkan dengan swab atau VCR. Harapan kita tentu semuanya tidak terinfeksi virus ini,” kata Eka.

Untuk Kabupaten Tanggamus sendiri mendapatkan 700 alat guna melakukan rapid test. Sehingga hal ini akan berimbang dengan jumlah OTG yang melambung di kabupaten setempat. Selain itu, mayoritas puskesmas yang ada di Tanggamus sudah berinovasi dalam pencegahan terhadap covid-19.

Kini setiap puskesmas memiliki ruang tersendiri bagi pasien yang memiliki keluhan batuk pilek disertai demam. Bahkan, pihak keamanan akan memastikan APD pasien dikenakan oleh pasien dan menanyakan keluhannya. Selain itu tenaga medis yang bertugas adalah tenaga medis pilihan.

Jajaran Tim Gugus Tugas Covid-19 Tanggamus mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tetap mengikuti anjuran pemerintah. Kesadaran masyarakat adalah hal yang paling penting dalam menghadapi pademi ini.

 

Discussion about this post