Jokowi Sebut Investasi di Pertamina-PLN Ruwet Akibat Birokrasi Berbelit-belit

LIDIK.ID , Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyebut berinvestasi di PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero), karena urusan birokrasi sangat berbelit-belit dan merepotkan. Sabtu, (20/11).

Hal itu disampaikan oleh Jokowi secara langsung kepada jajaran direksi dan komisaris di badan usaha milik negara (BUMN) energi tersebut.

“Yang berkaitan dengan investasi. Saya melihat sebetulnya investasi yang ingin masuk ke Pertamina, ke PLN, ini ngantre dan banyak sekali. Tapi ruwetnya, ruwetnya itu ada di birokrasi kira dan juga ada di BUMN kita sendiri,” ujar Jokowi pada siaran di kanal YouTube Sekretariat Presiden. Sabtu, (20/11).

Jokowi heran kenapa hal itu bisa berbelit-belit, dan kadang membuatnya ingin marah. Karena sebagai orang yang berpengalaman di lapangan, ia tahu urusan tersebut seharusnya tidak rumit.

“Saya ini orang lapangan, saya ini kadang-kasang pengin marah untuk sesuatu yang saya tahu, tapi kok sulit banget dilakukan, sesuatu yang gampang, tapi kok sulit dilakukan, kok nggak jalan-jalan,” ungkapnya.

Pertamina dan PLN boleh memutuskan hal terkait investasi, namun di sisi lain negara juga mempunyai cita-cita yang perlu diwujudkan bersama BUMN.

“Jadi keputusan investasi, Anda boleh oleh perusahaan, tetapi pemerintah juga memiliki strategi besar untuk membawa negara ini ke sebuah tujuan yang kita cita-citakan bersama. Sebuah rencana besar, negara itu juga punya. Itulah pentingnya antara profesionalisme dan kepentingan negara. Kepentingan perusahaan dan negara ini bisa berjalan beriringan,” kata Jokowi.

(MYG)

Discussion about this post