Kabar baik! Terungkap 5 Kelemahan Covid-19

LIDIK.ID, Lampung – Wabah COVID-19 terus memakan korban jiwa hingga saat. Dikonfrimasikan hingga hari ini, Selasa, 7 April 2020 pukul 15:00 WIB terdapat 2.491 kasus positif corona, 2.090 orang dirawat, 192 sembuh, dan 209 dinyatakan meninggal dunia.

Berbagai macam kekhawatiran terjadi di setiap kalangan. Banyaknya kegiatan tertunda, penghasilan yang menurun, hingga kepergian orang terkasih. Belum adanya vaksin maupun obat yang dikhususkan untuk virus ini hingga sekarang.

Meningkatkan kewaspadaan, rasa khawatir memang penting. Akan tetapi, jika berlebihan, justru akan menambah beban pikiran dan berujung pada penurunan daya tahan tubuh.

Agar tidak terlalu khawatir, Anda perlu tahu, bahwa virus corona juga punya kelemahan. Kelemahan ini bisa dimanfaatkan untuk mencegah penularan, sehingga risiko tertular pun bisa lebih rendah.

Sejauh ini, para ilmuwan, peneliti, dan petugas kesehatan, telah menyusun cara mencegah penularan COVID-19 melalui kelamahan-kelemahan tersebut.

Diingatkan, kelemahan virus corona perlu diketahui agar anda bisa memahami cara mencegah penularan covid-19, bukan untuk meremehkan atau tak mempedulikan virus ini.

1. Tidak Bisa Bertahan Lama di Permukaan

Memang diketahui bahwa Virus Corona dapat bertahan di permukaan, selama beberapa hari namun, seiring berjalannya waktu, virus ini tidak lagi cukup kuat untuk bisa menimbulkan infeksi.

Hal ini membuat WHO maupun Kementerian Kesehatan RI tidak melarang pengiriman paket antar negara karena risiko penularan melalui media pengiriman paket tersebut sangatlah rendah.

Cuci tangan anda dengan sabun sebagai antipasi anda usai memegang barang dari luar rumah.

2. Dapat Dikalahkan Oleh Antibodi

Infeksi dari covid-19 bisa memeliki tingkat keparahan yang berbeda pada setiap pasien, mulai dari yang ringan hingga parah. Pada pasien covid-19 yang memiliki gejala ringan, infeksi ini bisa sembuh dengan sendirinya selama daya tahan tubuhnya baik.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Australia mengamini bahwa salah satu kelemahan virus corona adalah dalam menghadapi antibodi yang sehat. Penelitian ini melihat secara teratur kadar antibodi yang dihasilkan oleh seorang pasien covid-19 berusia 47 tahun dengan gejala ringan hingga sedang.

Pasien tersebut tidak memiliki penyakit penyerta seperti hipertensi atau diabetes. Kondisi tubuhnya secara keseluruhan sehat dan hanya terdapat satu infeksi yang sedang terjadi, yaitu covid-19.

Pada hari ke 7-9 sejak gejala covid-19 pertama kali muncul pada pasien tersebut, sejumlah antibodi mulai terbentuk di tubuh. Itu bertanda, tubuh sedang mengeluarkan berbagai senjatanya untuk berusaha melawan virus corona.

Beberapa hari setelah antibodi terbentuk, tubuh pasien tersebut mulai membaik. Memang masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut dalam skala yang lebih besar lagi untuk melihat pola “peperangan” antara virus corona dan antibodi.

Penelitian di atas dapat dijadikan sebagai pengingat pentingnya menjaga daya tahan tubuh dengan menjalani gaya hidup yang sehat.

3. Bisa Dibunuh Dengan Disinfektan

Terdapat bebrapa jenis Virus Corona. Di antaranya menyebabkan SARS, MERS, dan saat ini jenis yang baru ditemukan, mengakibatkan covid-19.

Masing-masingnya memang memiliki perbedaan dan masih butuh lebih banyak penelitian.

Meski begitu sejauh ini, diketahui bahwa secara umum karakter keluarga coronavirus cukup mirip, yaitu dianggap lemah jika harus berhadapan dengan bahan disinfektan.

Berdasarkan hasil penelitian, virus corona penyebab SARS dan MERS bisa bertahan di permukaan benda seperti metal, kaca, atau plastik hingga beberapa hari.

Walau sejauh ini belum ada penelitian mengenai ketahanan virus penyebab covid-19 di permukaan, tapi diduga hasilnya tidak jauh berbeda dari sepupu sesama coronavirus lainnya.

Kabar baiknya, virus tersebut dianggap bisa nonaktif dengan bahan disinfektan seperti alkohol dengan kadar 60-70%, hidrogen peroksida 0,5%, atau sodium hipoklorit 0,1% dalam waktu 1 menit.

Oleh sebab itu anda harus rajin membersihkan permukaan benda yang sering disentuh seperti telepon genggam, gagang pintu, dan meja kerja menggunkaan bahan disinfektan.

4. Melemah Di Suhu Panas

Coronavirus penyebab penyakit SARS, terbukti bisa melemah pada suhu panas.

Berdasarkan data yang diterbitkan oleh badan kesehatan dunia, World Health Organization (WHO), virus penyebab SARS bisa terbunuh pada suhu 56°C.

5. Mudah Hilang Dengan Pelarut Lemak

Apa itu pelarut lemak? Tepat sekali! Sabun.

Itulah sebabnya, kita dianjurkan untuk rajin cuci tangan dengan air dan sabun untuk mencegah infeksi covid-19, karena virus ini bisa mati oleh sabun.

Mengapa bisa?

Jawabannya ada pada susunan virus itu sendiri.

Virus corona pada intinya tersusun atas tiga bagian, yaitu:

– DNA atau RNA yang menjadi inti dari virus

– Protein yang merupakan bahan baku virus untuk memperbanyak diri

– Lapisan lemak sebagai pelindung luarnya

Ketiga bagian tersebut sebenarnya tidak terikat dengan kuat satu sama lain.

Sehingga, saat lapisan lemak tersebut hancur karena sabun, maka virus tersebut pun akan hancur dan mati.

Itu sebabnya tenaga kesehatan dan pemerintah menghimbau kita untuk mencuci tangan, karena langkah ini sangat valid dan sangat efektif untuk mencegah penularan covid-19.

Dengan rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, maka kemungkinan virus berpindah dari tangan dan masuk ke dalam tubuh akan berkurang drastis.

Brgitulah kelemahan COVID-19 sejauh ini yang didapatkan dari peneliti. Penyebaran virus ini akan lebih cepat hilang jika kita semua bekerja sama melakukan penceahan penyebaran virus corona dan tak meremehkan himbauan yang ada.

Semua untuk kebaikan kita dan orang terkasih.

Discussion about this post