Kabar Duka, Mantan Kadinkes Lampung, Warek Umitra Indonesia, Berpulang

LIDIK.ID, BANDAR LAMPUNG – Kabar duka tersiar, usai berlalu bulan suci Ramadan, keduanya pertama kali dialami di tengah situasi kahar pandemi COVID-19. Ketua Yayasan Global Surya, dan Yayasan Umitra Indonesia –pengampu Universitas Mitra (Umitra) Indonesia, Dr Andi Surya, petang mewartakan, Wakil Rektor (Warek) I Umitra Indonesia dr Ahmad Zamahsjari Sahli MKM AAAK, telah berpulang. Kepulangannya terjadi pada Kamis, 28 Mei 2020.

Lewat unggahan poster digital jejaring media sosialnya pukul 16.53 WIB, Andi bersama Rektor Umitra Indonesia, Dr Ir Armalia Reny Madrie AS, mengafirmasi kebenaran warta. Almarhum wafat Kamis siang.

“#UMITRAberdukacita.
Selamat jalan Bp. dr. H. Zamahsjari Sahli, MKM, (mantan Kadiskes. Prov. Lampung, Wakil Rektor UMITRA) semoga husnul khatimah, mndpt (mendapat) tempat terbaik di sisi Allah SWT. Aamiin YRA..,” tulis Andi Surya, di Facebook-nya.

Almarhum, mantan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Lampung kurun 2004-2005. Juga, eks Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) dan Ketua Senat Perguruan Tinggi Mitra Lampung, sebelum lebur universitas.

Semasa hidup, mendiang berkontribusi bagi tumbuh kembang tiga jurusan andalan yaitu S1 Keperawatan, S1 Kesehatan Masyarakat, dan NERS (Profesi NERS) kampus dirian 1996 itu.

Pun halnya sejak ia dilantik jadi Warek I Umitra Indonesia, 6 September 2018, sejak transformasi perguruan tinggi itu menjadi Universitas Mitra Indonesia berdasar SK Menristekdikti 518/KPT/I/2018 hingga kini, dimana Umitra telah memiliki lima fakultas, salah satunya termasuk Fakultas Kesehatan.

Hal yang membuat ia dab keluarga bersyukur adalah beliau masih dipertemukan dengan Ramadan dan Idul Fitri, Widyaiswara Utama yang tergolong tangguh bernas ini pun mewariskan juta kenangan. Infonya, jenazah suami tercinta Zuliyati Zen itu dimakamkan di TPU Pahoman, Bandar Lampung.

“Semoga amal dan ibadahnya diterima Allah SWT dan mendapatkan tempat yang terbaik di sisi-Nya,” Doa pasangan suami-istri Andi Surya dan Armalia Reny.

Riwayat :

Dari hasil penelusuran Lampung Media, almarhum adalah lulusan SMA Negeri 1 (Teladan) Yogyakarta 1969. Gelar dokter ia raih 8 tahun kemudian, dari Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang, 1977. Terpaut jauh 17 tahun berselang gelar Magister Keselamatan dan Kesehatan Kerja dari Universitas Indonesia ia raih, 1994.

Sementara informasi kapan persis mula karir birokrat PNS yang kerap disapa Eyang ini sangat minim. Yang luput dari perhatian, masa bakti pensiunan PNS Pemprov Lampung itu berakhir bertepatan tanggal peringatan Hari Kesehatan Nasional, 12 November. Di tahun 2012.

Pantauan di akun Facebook almarhum, diakses sejak siar kabar Kamis petang, para kerabat, sejawat, mereka yang kenal baik, melarung belasungkawa. Barisan doa terbaik, iringi kepulangan Eyang.

Kepala Kantor Pusat Humas, Kerja Sama dan Marketing Umitra Indonesia Agus Setiyo, dan dosen Poltekkes Tanjungkarang, dr Aprina Muhan, di antara sejawat yang menyampaikan.

Mencuplik dua ungkapan, PNS Dinas Kesehatan, pegiat Gerakan Tanpa Rokok, salah satu anggota Pengda Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Lampung, Baiti Jannati, menyebut almarhum selain guru terbaik, baginya juga sebagai “bapak dengan segudang kiasan”.

Aktivis penggerak solidaritas sosial, Koordinator Forum Pemuda Peduli Kesehatan Lampung (FPPKL) berbasis di Natar, Lampung Selatan dan wilayah sekitarnya, Ardiansyah, senada di Facebook, melukis kesan.

Tim LIDIK.ID pun turut berduka atas berpulangnya sosok yang berpengaruh besar di bidang kesehatan dan pendidikan Provinsi Lampung. Doa disampaikan semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT.

Discussion about this post