Kampus IAIN Bungkam Korban Pelecehan, Alumni Keluarkan Petisi

LIDIK.ID , Kediri – Beberapa waktu yang lalu, tepatnya bulan Agustus 2021 seorang mahasiswi di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri, Jawa Timur mengalami pelecehan seksual oleh dosen pembimbingnya. Namun hingga saat ini pelaku belum mendapat sanksi tegas, bahkan korban diminta untuk diam oleh Kampus. Kamis, (16/09).

Bermula saat korban yang curiga dengan dosennya ini karena sering mengirim pesan singkat yang tidak wajar. Kemudian pelaku melakukan aksinya saat melakukan bimbingan skripsi bersama korban di kediamannya.

Korban tidak tinggal diam karena merasa dirugikan dan mencoba melapor ke pihak kampus. Pihak kampus memberi sanksi dengan mencopot jabatan dosen dari pelaku.

Namun, hingga saat ini ternyata dosen tersebut masih aktif mengajar.

Pihak Alumni IAIN Kediri mengambil langkah tegas dalam menyiasati kasus pelecehan

tersebut dengan mengeluarkan sebuah petisi.

“Juniorku, mahasiswi di IAIN Kediri, diminta diam oleh pihak kampus setelah Ia dilecehkan seorang dosen,” ujar pembuat petisi.

Diketahui sebelumnya pada tahun 2008 saat sang Alumni masih berkuliah, juga sempat terjadi kejadian serupa dan tidak ada tindak tegas dari Kampus.

“Sebagai alumni IAIN kediri, kami tahu kalau kasus pelecehan udah berulang terjadi, dan pelakunya gak satu orang. Dulu, waktu saya masih kuliah tahun 2008, kami pernah protes atas kejadian yang mirip, tetapi tidak ada tindakan tegas kepada pelaku,” lanjut tulisan dalam petisi tersebut.

Kemudian untuk kasus yang kali ini, saat korban berani mengambil tindakan untuk melapor, pihak kampus malah memintanya untuk diam.

Petisi tersebut dibuat dengan tujuan untuk meminta Kapolres Kediri turut membantu penyelidikan kasus tersebut.

“Kami buat petisi ini agar Kapolres Kediri segera turun tangan mengusut kasus. Rektor IAIN dan Menteri Agama juga harus segera memecat terduga pelaku,” tulis pembuat petisi.

Hingga saat ini petisi tersebut sudah ditandatangi sebanyak 6.000 lebih dan masih terus bertambah.

Komentar juga terus berdatangan, meminta untuk pihak Kampus adil dan tegas dalam menyingkapi kasus tersebut.

(MYG)

Discussion about this post