Kapolsek Parigi yang Diduga Tiduri Anak Tersangka, Jalani Sidang Etik Hari Ini

LIDIK.ID , Sulawesi Tengah – Kapolsek Parigi Moutong Sulawesi Tengah, Ipda IDGN dijadwalkan akan menjalani sidang etik hari ini, atas dugaan kasus asusila terhadap seorang anak tersangka yang tengah menjalani hukuman di tempatnya bertugas. Sabtu, (23/10).

“Besok (hari ini) hari Sabtu apapun keputusan hasil sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) akan disampaikan kepada publik,” ujar Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Didik Supranoto kepada wartawan. Jum’at, (22/10).

Adapun, Ipda IDGN merayu S, anak tersangka yang tengah menjalani hukuman di tempatnya bertugas dengan iming-iming kebebasan sang ayah.

Karena terpaksa, S menuruti permintaan IDGN dan mereka melakukan tindak asusila tersebut di sebuah hotel. Namun, belum sampai pembebasan sang ayah, pelaku kembali merayu korban untuk melakukan hal serupa.

Bukti berupa chat rayuan yang dikirimkan IDGN juga masih berada di handphone milik S, dan dijadikan barang bukti sementara.

Pemeriksaan terhadap IDGN di Propam telah berlangsung selama sepekan terakhir, berkas perkara juga telah di klaim dan mendapat saran hukum dari Bidkum Polda Sulteng.

Penanganan kasus akan dilakukan dengan beriringan berdasarkan dugaan pelanggaran pidana yang dilakukan oleh perwira kepolisian. Korps Bhayangkara akan menangani kasus secara profesional.

Didik menjelaskan, meskipun demikian sidanf etik akan dilaksanakan secara tertutup karena berkaitan dengan dugaan asusila. Tapi, terkait hasilnya nanti akan disampaikan dengan terbuka dan transparan.

“Bidropam Polda Sulteng telah bekerja ekstra untuk menyelesaikan berkas perkara oknum ID,” jelasnya.

Sementara penyidik Ditreskrimum Polda Sulteng masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi untuk mendalami perkara pidana Kapolsek Parigi tersebut dan masih berada pada tahap penyelidikan.

“Saat ini masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan bila penyelidikan dianggap cukup, selanjutnya dilakukan gelar perkara untuk menentukan dapat tidaknya ditingkatkan ke tahap penyidikan,” tutup Didik.

(MYG)

Discussion about this post