Kejam! Nenek Aceh digorok Anak Kandung Sendiri Karena Tak Beri Rp 20 Ribu

LIDIK.ID, BANDA ACEH – Perilaku yang amat kejam dilakukan oleh seorang anak kepada ibu kandungnya sendiri. Kekejaman itu terjadi pada Fatimah (63), nenek peminta sedekah di Aceh Utara, Aceh, tewas digorok anak kandung sendiri. Sang anak, N (35), nekat membunuh ibu kandungnya gara-gara tak diberi uang untuk membeli rokok.

“Pelaku N awalnya datang ke rumah ibunya untuk meminta uang sebesar Rp 300 ribu. Tapi ibunya katanya nggak punya uang lalu dia minta Rp 20 ribu untuk beli rokok. Namun karena tidak diberi juga, akhirnya dibunuh,” kata Kasat Reskrim Polres Aceh Utara AKP, Rustam Nawawi, Selasa 9 Juni 2020.

Baca Lainnya

Seterusnya pelaku meminta uang lagi Rp 20 ribu untuk membeli rokok, namun dijawab lagi oleh korban jika dirinya tidak punya uang.

“Gorok saja leher saya, biar saya dapat surga,” itu ucapan terakhir korban dihadapan NA sebelum ajal menjemput.

“Merasa kesal, pelaku lantas mengambil sebilah pisau menarik rambut korban dan menggorok lehernya,” ungkap AKP Rustam berdasarkan pengakuan pelaku.

Dalam kasus ini bahkan pelaku sempat membuat alibi seolah-olah bukan dia yang melakukan pembunuhan.

“Namun dari petunjuk awal serta pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik pelaku akhirnya mengakui perbuatannya, kasus ini masih dilakukan penyelidikan mendalam, dan tersangka sudah diamankan di Polres Aceh Utara,” pungkasnya.

Menurut Rustam, pisau dapur yang digunakan untuk membunuh ibunya itu memang sudah dipersiapkan pelaku. Pelaku juga masuk ke rumah korban dengan cara menerobos dinding rumah yang terbuat dari karung padi.

Lanjutnya, pelaku menggorok leher korban dengan sekali sayatan. Setelah korban jatuh dengan posisi telentang, kemudian pelaku berusaha membalikkan tubuh korban untuk merekayasa peristiwa itu.

“Pelaku sengaja merekayasa semua, dari dari posisi tubuh korban hingga mengkunci pintu depan belakang dari arah dalam rumah seolah-olah korban bunuh diri,” terangnya.

Tak lama setelah itu, pelaku keluar dari tempat semula, dan membersihkan tangan dengan menggunakan abu. Selanjutnya pelaku nongkrong di warung kopi Kota Pantonlabu.

“Terakhir pelaku kembali ke TKP dan memberitahukan mak cik dan suadaranya Ibrahim, bila ibunya sudah meninggal dunia,” pungkas Rustam Nawawi seperti lansiran ajnn.

BeritaTerkait

Discussion about this post