Kemen PPPA Minta Kasus Pemerkosaan dan Penganiayaan Anak Panti Asuhan di Malang Diusut Tuntas Aparat Hukum

LIDIK.ID , Jakarta – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) meminta kasus pemerkosaan dan penganiayaan terhadap HN (13) di Kota Malang, Jawat Timur diusut tuntas oleh aparat hukum, serta menegakkan hukuman dan pemberian sanksi sesuai perundangan yang berlaku kepada pelaku. Rabu, (24/11).

Kasus tersebut dinilai keji oleh Deputi Perlindungan Khusus Anak Kementerian PPPA Nahar, lantaran korban yang masih berusia 13 tahun dianiaya oleh 8 orang, yang salah satunya juga melakukan pemerkosaan.

“Kasus pemerkosaan dan penganiayaan yang terjadi sangat keji. Kasus tersebut harus diusut tuntas dengan menerapkan UU Perlindungan Anak,” ujar Nahar, dalam siaran persnya. Rabu, (24/11).

Nahar mengatakan pelaku dapat dijerat 2 pasal sekaligus dari kasus tersebut, yaitu Pasal 80 atas tindak kekerasan dan Pasal 81 atas tindak pemerkosaan kepada korban, UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Kepada Polresta Malang, Nahar menyampaikan apresiasinya karena pelaku dengan cepat ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

“Hasil penggalian informasi atas kejadian tersebut, para pelaku ternyata masih berusia anak. Bahkan, sayu pelaku pemerkosaan, diketahui masih berusia anak namun sudah memiliki istri,” kata Nahar.

Sebab itu, pihaknya pun akan memastikan proses hukum para terduga pelaku sesuai dengan UU Sistem Perasilan Pidana Anak Nomor 11 Tahun 2012.

Kemen PPPA juga telah berkoordinasi dengan Bareskrim, Pemprov Jawa Timur, Pemkot Malang dan lembaga pendamping anak untuk melakukan penanganan dan pendampingan kepada korban.

Adapun, korban saat ini tengah berada di Rumah Aman, Batu untuk mendapat pemulihan psikis.

“Korban dalam 2 tahun terakhir tinggal di salah satu pondok pesantren dan panti asuhan yatim dan dhuafa yang dititipkan ibu kandungnya. Korban merupakan anak tunggal dari ibu yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan tinggal di Sidoarjo,” jelas Nahar

Terkait hal itu, lembaga-lembaga yang merawat dan mengasuh anak baik milik pemerintah dan masyarakat diminta untuk melaksanakan tugas sesuai standar.

Termasuk, memastikan anak-anak yang bersekolah di luar lembaga tempat tinggalnya terhindar dari ancaman tindak kejahatan dan hal buruk lainnya.

Sebelumnya, viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan seorang siswi kelas 6 SD yakni HN (13) di Malang tengah dianiaya oleh sejumlah pelaku.

Ternyata, HN juga diperkosa oleh seorang pria berinisial Y. Pemerkosaan dan penganiayaan tersebut berlangsung pada hari Kamis (18/11) lalu.

Awalnya, korban diajak jalan-jalan oleh Y pada pukul 10.00 WIB. Kemudian, HN diperkosa oleh pelaku dirumahnya yang berlokasi di Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Tangan korban diikat dan mulutnya dibekap serta diancam dengan pisau saat disetubuhi oleh pelaku.

Aksi pemerkosaan tersebut diketahui oleh istri pelaku. Kemudian, korban dijemput oleh seseorang dan dibawa ke lahan kosong di sekitar Perumahan Araya.

Di lokasi tersebut, korban dianiaya oleh 8 orang pelaku.

Para pelaku yang berjumlah 10 orang, baik yang teribat pemerkosaan dan penganiayaan telah berhasil diamankan oleh Polresta Malang.

“Pelakunya sudah diamankan lebih kurang 10 orang,” ujar Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto kepada wartawan di Balai Kota Malang. Selasa, (23/11).

Budi menungkapkan para pelaku rata-rata masih di bawah umur.

(MYG)

Discussion about this post