Kemendikbud Didemo Terkait Kasus Kekerasan Seksual di Kampus

(LIDIK.ID) – JAKARTA – Aliansi Gerakan Perempuan menggelar aksi diam melawan kekerasan seksual di area kampus sejak 08.00 WIB, (10/02/2020) di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta Selatan.

Mereka kompak memakai pakaian berwarna putih dan bagian wajah dipulas lipstik merah membentuk telapak tangan. Mereka berjejer tepat di depan kantor Mendikbud Nadiem Makarim di dalam komplek kementerian.

Koordinator aksi Beng mengatakan aksi ini digelar sebagai bentuk solidaritas terhadap kasus-kasus kekerasan seksual yang belakangan terjadi di lingkungan kampus. Salah satunya kasus Mahasiswa Universitas Padang, Bunga (bukan nama sebenarnya).

Coretan berbentuk telapak tangan pada bagian mulut sengaja dibuat sebagai bentuk pembungkaman terhadap kasus kekerasan seksual.

Diketahui pada (15/01/2020), Bunga melaporkan kasus kekerasan seksual yang dialami dirinya kepada Kepolisian Daerah Sumatra Barat. Dalam laporan tersebut diduga pelaku pelecehan adalah dosennya di kampus.

“Namun kampus justru meminta Bunga untuk mencabut laporan dan mengancam akan men-drop out jika hal tersebut tidak dilakukan. Kampus menganggap kasus Bunga terlalu remeh, dengan menyatakan kasus yang lebih parah dari apa yang Bunga alami pun tidak sampai ke kepolisian dan media,” ujar Beng.

Untuk itu, Beng bersama setidaknya 30 massa aksi mendatangi Kemdikbud dengan maksud bertemu Nadiem.

Namun, selang 30 menit aparat kepolisian datang dan meminta massa keluar komplek atau menunggu di perpustakaan. Dari pihak Kemdikbud sendiri menyatakan bakal meminta perwakilan dari Dirjen Dikti menemui mereka.Mereka menuntut agar Nadiem memecat dosen terduga pelaku kekerasan seksual terhadap Bunga. Merumuskan aturan yang mewajibkan kampus memiliki sistem pencegahan dan penanganan kekerasan seksual. Dan, mendirikan lembaga independen khusus menindak kasus kekerasan seksual di kampus.

“Sahkan RUU penghapusan kekerasan seksual,” tegas Beng.

Massa sudah berkumpul di Kemdikbud sejak pukul 08.00 WIB. Awalnya mereka menggelar aksi di dalam komplek Kemdikbud.

Namun Beng tak mau menunggu di perpustakaan. Ia mengaku yakin Nadiem ada di kantornya, karena ada acara bersama Google. “Kita minta (ditemui) orang tertinggi hari ini, ya Pak Nadiem. Hari ini juga ada agenda Google, enggak mungkin banget kalau dia enggak datang,” ujarnya.

Acara yang digelar Nadiem bersama Google masih berjalan di Gedung A, Kemdikbud. Namun, diketahui Nadiem tak jadi hadir dan diwakilkan Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Harris Iskandar. Pun terlihat hadir Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati.

 

Discussion about this post