Keterang 4 Pasien Tambahan Lampung, Masyarakat Khawatir Dengan Kasus OTG

LIDIK.ID, BANDAR LAMPUNG – Seperti yang dikabarkan sebelumnya bahwa penambahan kasus Covid-19 bertambah di Bandar Lampung. Dengan adanya 4 kasus baru, kini total kasus yang dimiliki Lampung berjumlah 50 kasus. Kembali dalam video pernya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana, memberikan informasi terkait hal itu.

Dalam 50 kasus yang ada di Lampung, memiliki rincian 32 orang masih dalam perawatan, 13 orang dinyatakan sembuh, sementara 5 orang telah meninggal dunia.

Baca Lainnya

Data yang ditrima menyatakan tiga orang Pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 hari ini merupakan warga Kota Bandar Lampung. Infeksi ini diperoleh dari hasil tracking dan masuk ke dalam kategori orang tanpa gejala (OTG). Sementara satu orang lagi merupakan pasien dalam dalam pengawasan (PDP), merupakan warga Jati Agung, Lampung Selatan.

“Hari ini ada penambahan 4 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang ada di Provinsi Lampung. Pasien tersebut dengan kode 47, 48, 49, dan 50,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana saat memberikan keterangan, Jumat, 1 Mei, 2020, dan diterima LIDIK.ID

Berikut data keterangan dari tiga pasien Bandar Lampung :

  1. Pasien dengan kode 47 laki-laki 55 tahun dari hasil tracking pasien nomor 13.
  2. Pasien dengan kode 48 laki-laki 59 tahun dari hasil tracking pasien nomor 29.
  3. Pasien dengan kode 49 wanita 51 tahun dari hasil tracking pasien nomor 13.

“Ketiga pasien tersebut merupakan warga Bandar Lampung. Saat ini dalam kondisi sehat dan sedang mejalani isolasi mandiri di rumah masing-masing,” imbuhnya.

Sementara 1 orang pasien yang berasal dari Kabupaten Lampung Selatan, saat ini sedang mendapatkan perawatan di salah satu Rumah Sakit swasta di Bandar Lampung.

“Mari kita lewati pandemi global ini dengan bersama-sama meningkatkan disiplin, tetap lakukan sosial distancing dan physical distancing,” ujarnya.

Kekhawatiran masyarakat setelah mendapat kabar Covid-19 setiap harinya adalah mengenai OTG yang diisolasi di rumah. Menurut pemantauan LIDIK.ID, masyarakat khawatir apabila OTG yang diisolasi di rumah tak sepenuhnya mengikuti kebijakan pemerintah dan tenaga medis seperti seharusnya. Sebab, OTG tak memiliki gejala yang dilihat dan memiliki kemungkinan untuk tetap beraktifitas di luar rumah.

“Mereka berstatus OTG tidak diisolasi di rumah sakit tapi di rumah. Khawatir apabila mereka keluar ke tempat yang ramai,” ujar seorang warga yang tak ingin disebutkan namanya.

“Kasihan kalau OTG bandel dirumahnya ada orang tua yang punya penyakit bawaan dan anak kecil,” ucap warga lainnya lagi.

Hingga kini, pihak Dinas Kesehatan belum menjawab bagaimana solusi untuk OTG yang dikhawatirkan oleh masyarakat.

BeritaTerkait

Discussion about this post