Kisah Haru Ojol-Mahasiswa di Tengah Pandemi Corona

LIDIK.ID, YOGYAKARTA – Di tengah Corona ini pendapatan ekonomi merupakan salah satu masalah pokok yang dialami oleh sebagian besar masyarakat. Tak hanya tertunda, bahkan beberapa dari masyarakat juga kehilangan pekerjaan.  Masalah ini juga berdampak pada Mahasiswa yang masih mengandalkan penghasilan orang tua. Sementara lowongan pekerjaan semakin sulit didapatkan.

Dampak ekonomi dari Corona ini membuat Mahasiswa bahkan membayar makanan dengan barang yang mereka punya.

Dikisahkan oleh seorang Ojek Online (Ojol) yang berasal dari Yogyakarta, Hendhi (39). Ia menceritakan kisah temannya yang juga sesama driver Ojol yang memilukan hati. Belakangan ini, driver ojol ternyata beberapa kali mendapat orderan makanan dari mahasiswa yang tak lagi memiliki uang sehingga membayar dengan benda-benda miliknya.

“Saya banyak dapat cerita dari teman-teman ojol. Mereka pernah dapat orderan makanan tapi dibayar dengan setrika dan tas karena memang tidak ada uang sama sekali,” kata Hendhi saat berbincang dengan detikcom, Minggu (10/9/2020).

Hendhi mengatakan bahwa ia bisa memahami karena para mahasiswa itu sangat bergantung pada kiriman uang dari orang tua.

“Mungkin karena memang belum dikirim orang tua dan kalau pinjam uang sudah tidak bisa mereka bayar pakai barang. Tapi kalau sudah dapat kiriman biasanya langsung ditebus,” ungkapnya.

Selain itu, Hendhi juga menceritakan kisahnya. Ia menceritakan bahwa ia pernah mengantar sembako kepada seorang mahasiswi yang dikirimkan oleh dosennya. Hal ini dikaranekan karena sang mahasiswi sudah kehabisan makanan, uang dan tak bisa pulang kampung.

Kisah Hendhi awalnya di-posting di akun Twitter miliknya @Mbendol52768653 pada Sabtu (9/5) malam.

“Hari ini saya sedih banget nganter gosend bahan pokok Beras+Nasi+Telur buat mahasiswa. Mereka kehabisan bekal untuk makan dan gak bisa pulang ke kampung Mulai hari ini saya buka FREE ONGKIR area jogja khusus mengantar bahan pokok untuk yang membutuhkan,” tulis Hendhi.

Hendhi pun mengaku jika sempat ikut terbawa dalam suasana haru. Bahkan dia dan mahasiswi itu juga sempat menangis. Usai peristiwa itu, dia akhirnya bertekad untuk memberikan layanan gratis ongkir barang bagi yang sangat membutuhkan bantuan.

Discussion about this post