Kodam XVIII/Kasuari dan Mabes TNI Gelar Rapat Bersama Terkait Penanganan Covid-19

LIDIK.ID , Manokwari – Mabes TNI bersama Kodam XVIII/Kasuari menggelar rapat bersama untuk membahas perkembangan dalam penanganan pandemi Covid-19 melalui Vicon atau video conference. Selasa, (14/09).

Dalam menghadiri rapat tersebut, Kodam XVIII Kasuari dipimpin oleh Pangdam Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, S.E., M.Tr.(Han) yang didampingi oleh  Kasdam Brigjen TNI Djoko Andoko, Aster, Kakesdam dan Waasops.

Baca Lainnya

Rapat tersebut dipimpin oleh Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C) Hadi Tjahjanto, S.I.P secara langsung.

Pembahasan dalam rapat tersebut adalah terkait evaluasi penanganan pandemi Covid-19 yang diikuti dari ruang Pusat Komando Pengendalian Operasi (Puskodalops) Kodam XVIII/Kasuari, Trikora, Arfai 1, Manokwari, Papua Barat.

Panglima TNI memberikan apresiasi yang tinggi untuk kerja keras dan dedikasi kepada seluruh Kepala Staf Angkatan, Pangkotama beserta jajarannya sampai pada level prajurit yang bertugas di lapangan.

“Para tenaga kesehatan serta para Babinsa di tengah kondisi keterbatasan dan kerawanan penularan terus tetap berupaya untuk melaksanakan tugas dengan optimal karena pandemi Covid-19 di Indonesia membutuhkan langkah penanganan secara komprehensif dan tentunya melibatkan semua pihak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ia menambahkan saat ini trend perbaikan terutama di wilayah Jawa-Bali sedang berlangsung di Indonesia, namun kewaspdaan dan antisipasi harus terus dilakukan untuk menghindari penularan yang masih bisa terus terjadi.

“Dengan kita memahami data epidemologi secara cermat maka kebijakan yang diambil akan tepat sasaran, tepat pada akar permasalahan yang perlu diintervensi. Input data harus aktual dan tepat waktu,” lanjutnya.

Pos pengamanan juga akan disiapkan untuk mengatisipasi perlintasan WNA dan WNI.

“Saat ini kita juga harus menyiapkan pos-pos pengamanan perbatasan untuk mengantisipasi perlintasan WNA dan WNI khususnya pekerja migran dari luar negeri yang berpotensi menjadi masuknya varian baru di Indonesia untuk itu kita harus cegah karena dikhawatirkan akan mempengaruhi efektivitas vaksin,” tutur Panglima TNI.

Panglima TNI juga mengungkapkan pencapaian vaksinasi juga masih perlu ditingkatkan untuk mempercepat pemenuhan target minimal 70% penduduk sudah divaksin dan bertransisi menjadi andemik.

“TNI bersama Polri mendapat tugas untuk menyalurkan bantuan tunai bagi pedagang kaki lima dan pemilik warung kecil yang terdampak pandemi hal tersebut merupakan sebuah tugas yang mulia tetapi penuh tantangan,” pungkasnya.

(MYG)

BeritaTerkait

Discussion about this post