Jumat, 23 Februari 2024

Kronologi Ambruknya Seluncuran di Kenjeran, Pengelola Sebut karena Ulah Pengunjung

LIDIK.ID , Surabaya – Perosotan di kolam renang Waterpark Kenjeran Surabaya ambruk hingga melukai belasan orang. Peristiwa seluncuran air itu terjadi pada hari Sabtu, (7/5) pukul 13.20 WIB. Ketinggian seluncuran ambruk itu setinggi 10 meter. Minggu, (8/5/2022).

Video ambruknya seluncuran atau perosotan itu viral di media sosial. Tampak seluncuran sedang dinaiki pengunjung itu ambruk ke lantai bersamaan dengan belasan orang tersebut.

Baca Lainnya

Dalam kejadian ambruknya seluncuran air di Kenjeran Waterpark Surabaya itu, pengelola menyebut bahwa insiden itu akibat ulah salah satu pengunjung yang juga korban.

Subandi, operasional Kenjeran Waterpark Surabaya mengatakan bahwa kejadian itu bermula ketika seorang pengunjung yang juga menjadi korban, ME, berada di atas seluncuran setinggi 10 meter.

“Kemudian, ME merentangkan tangannya sehingga tubuhnya berhenti di salah satu titik seluncuran. Akibatnya, penumpang bertumpuk di titik itu. Akhirnya ambrol,” kata Bandi, dilansir dari JawaPos.com

Kronologi itu diceritakan oleh salah seorang saksi yang hampir menjadi korban. Saksi yang enggan disebut namanya itu bercerita kepada Bandi bahwa Ia hampir menjadi satu diantara pengunjung. “Untungnya dia lompat. Jadi nggak ikut ada disitu (seluncuran yang ambrol),” katanya.

Menurut dia, kronologi seperti itu sangat masuk akal. Mengingat salah satu aturan untuk berseluncur adalah melipat kedua tangan di depan dada supaya tidak ada peseluncur yang tertahan.

“Kalau tangannya direntangkan seperti itu, otomatis kan dia (ME), berhenti di tengah jalan. Akhirnya peseluncur lain di belakangnya ikut berhenti. Jadi beban yang harusnya ditahan oleh seluncuran itu muat 1 orang. Mau nggak mau jadi memuat 8–10 orang,” kata dia.

Lalu kemana petugas seluncuran? Bandi memastikan bahwa petugas sudah berjaga. Namun tidak di tengah seluncuran. Dia menambahkan, saat kejadian berlangsung, Bandi menyebut ada 10 petugas yang berjaga. Mereka menjadi penjaga di tiap kolam.

“Ada 10 petugas yang jaga kolam. Bukan bertugas dimana-mana loh ya,” tegas dia.

Karena kejadian itu, sejumlah 16 orang harus dilarikan di dua rumah sakit. Para korban di bawa ke RS Soewandi dan RS DR Soetomo, masing-masing di antaranya berjumlah delapan orang.

(PRS)

BeritaTerkait

Discussion about this post