Liga 1 2020 Bakal Setara Liga-liga Top Eropa

(LIDIK.ID) – Kompetisi sepak bola kasta teratas Indonesia, Liga 1 2020, akhirnya kembali digelar mulai (29/02/2020). Keputusan ini diambil oleh PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) LIB beberapa waktu lalu.  Tak cuma tanggal kick-off, Liga 1 2020 juga sudah mendapatkan titel sponsor.

Shopee yang musim lalu menjadi sponsor utama Liga 1, akan kembali menjadi sponsor utama kompetisi tahun ini.  Baik klub maupun fans berharap banyak pada penyelenggaraan Liga 1 edisi 2020 ini. Beruntungnya, sejumlah tanda-tanda perbaikan pun mulai ditunjukkan oleh sang operator liga, PT LIB.

Baca Lainnya

Tak cuma tanggal kick-off dan sponsor, sejumlah hal pun diyakini menjadi pertanda Liga 1 2020 bisa setara dengan penyelenggaraan liga-liga di Eropa. Apa saja itu? Berikut ulasannya.

1. Jadwal Akhir Pekan Hal yang mengejutkan di kepengurusan PSSI dan PT LIB yang baru adalah dirilisnya jadwal akhir pekan untuk pertandingan Liga 1. Hal ini tentunya baru bagi Liga 1 dan bahkan bagi Liga Indonesia pada umumnya. Selama ini laga sering digelar sepanjang minggu mulai dari hari Senin sampai akhir pekan.  Hal ini tentu menimbulkan banyak kerugian seperti sepinya stadion karena laga digelar bukan akhir pekan.  Namun, di 2020 ini hal itu sepertinya akan diubah.

Dari draft jadwal yang dirilis oleh PT LIB kepada klub-klub, diketahui bahwa pertandingan Liga 1 akan digelar dari hari Jumat sampai Senin.  Hal seperti ini sejatinya sudah lumrah di liga-liga top Eropa dan dunia lainnya. Untuk itu, jika konsisten diterapkan, operator liga pun patut diapresiasi.

2. Rumput Kelas Dunia Bukan rahasia umum lagi jika fasilitas sepak bola di Indonesia masih minim. Namun, di era Liga 1 ini perlahan klub-klub dan pengelola stadion mulai memperhatikan aspek kelayakan fasilitas.

Salah satunya adalah rumput lapangan. Satu per satu stadion Liga 1 melakukan perbaikan pada rumput lapangan.  Dimulai dari klub-klub seperti Bali United, Borneo FC, sampai Persija Jakarta, klub-klub lain seperti Persela Lamongan, Barito Putera, PSIS Semarang, dll. kini sedang berlomba-lomba memiliki rumput lapangan yang layak dan membanggakan.

Tak hanya itu, sejumlah stadion seperti Stadion 17 Mei, Stadion Jatidiri, Stadion Mandala, Stadion Andi Mattalatta, dan lainnya pun kini tengah dan akan direnovasi.  Walau stadion milik pemerintah, namun tentunya ini bakal meningkatkan kualitas sepak bola nasional.

3. Kontrak Jangka Panjang Memang belum semua tim menerapkan hal ini. Namun, tim-tim besar Liga 1 mulai berani mengontrak pemain dengan jangka panjang.  Contohnya saja Marc Klok yang dikontrak empat tahun oleh Persija Jakarta.

Lalu ada juga Marko Simic yang diperpanjang kontraknya untuk tiga tahun ke depan.  Marco Motta datang untuk dikontrak selama dua musim di Persija. Klub besar lain yang juga menerapkan kontrak jangka panjang adalah Bali United.

Pemain-pemain seperti Stefano Lilipaly, Paulo Sergio, dan Wiliam Pachecho, disodori kontrak jangka panjang.  Baca Juga Masih Dijajah Asing, Pelatih Lokal Awal Musim Liga 1 Kian Menurun Sebagian besar klub-klub Liga 1 berani mempertahankan 70 persen skuadnya untuk musim ini.

Tentu ini pertanda baik mengingat di tahun-tahun sebelumnya klub-klub Tanah Air cuma berani mengontrak pemain selama satu tahun. Hasilnya, perombakan besar-besaran hampir selalu dilakukan tiap tahunnya.

BeritaTerkait

Discussion about this post