McDonalds Pertama Indonesia Resmi ditutup, Ratusan Orang Datang Untuk Bernostalgia

LIDIK.ID, JAKARTA – Setelah beroprasi selama 30 Tahun, akhirnya Restoran McDonald’s di Mal Sarinah akan ditutup secara permanen mulai Minggu, 10 Mei 2020.

Kabar ini dibenarkan Direktur Marketing Communications, Digital, dan CBI McDonald’s Indonesia, Michael Hartono. Michael menjelaskan, penutupan itu dilakukan atas permintaan dari manajemen gedung Sarinah.

Baca Lainnya

Menurutnya, pihak manajemen pusat perbelanjaan itu akan melakukan renovasi dan perubahan strategi bisnis.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua konsumen setia kami yang telah bersama-sama membesarkan McDonald’s Sarinah Thamrin,” ungkapnya.

Momen pembukaan McDonald’s Sarinah tahun 1991 (istimewa)

Ratusan orang berdatangan bahkan bersamana keluarga maupun teman-teman untuk mengenang moment-moment yang pernah terjadi di tempat itu. Kedatangan ini terjadi pada malam terakhir operasional McD pertama di Indonesia it.

Antrean panjang menjular hingga keluar pintu restoran. Meski banyak warga yang mendadak datang ke McD Sarinah, namun manajemen restoran juga tetap memberlakukan social distancing. Mereka tetap tak layani makan di tempat dan antrean harus tetap menjaga jarak.

Momen penutupan McDonald’s Sarinah tahun 2020. (medcom)
Social distancing tetap berlaku hingga antrean keluar parkiran. (medcom)
Pengunjung menuliskan kenangan dan ucapan terimakasih pada McD Sarinah.(medcom)

Penutupan resmi restoran cepat saji membuat konsumen setia maupun para warganet merasa sedih. Tak hanya di tempatnya langsung, warganet juga ikut bernostalgia di media sosial deperti twitter. Melalui balasan cuitan dari pengguna @duwiry, warganet menceritakn kisah mereka.

 

 

“So guys per 10 Mei ini McD Sarinah bakal tutup for good.

Too many memories ya :’))) share dong momen2 kalian yg seru, lucu, sedih, ngeselin, apa aj boleh deh .. ato ada foto ultah kalian di McD mungkin? (gambar berbagai sumber),” tulis akun @duwiry pada Kamis (7/5/2020) pukul 19.30 WIB.

Selain mengenang masa lalu, masyarakat juga bersama-sama mencari sosok anak pengamen yatim-piatu bernama Fino yang dikabarkan sering menginap di McD Sarinah lantaran ia tak lagi memiliki tempat tinggal usai kedua orang tuanya meninggal dunia. Usia Fino kitaran 10-11 tahun.

Hal itu dicuitkan oleh seorang warganet di Twitter pada Kamis, 7 Mei 2020, pukul 23.03 WIB.

 

Keberadaannya pun menjadi sorotan di jagat maya.

Pasalnya, banyak warganet yang mengaku kerap bertemu dengan bocah ini.

“Dia tdnya berasal dari kluarga cukup mapan namun ayah ibunya udah meninggal dan dia sekarang hidup sebatang kara, cari uang dgn ngamen dan sering nginep di McD Sarinah,” tulis akun @risadiandrian yang menjadi viral di Twitter.

Pemilik akun @risadiandrian menulis ingin mencarikan panti untuk Fino. Sayangnya, ia tidak bisa menghubungi Fino karena handphone milik Fino dirampas preman. Ia menuliskan sosok Fino adalah seorang anak laki-laki bertubuh gemuk dan berpipi chubby.

Saat dikonfirmasi Tribunnews, pemilik akun @risadiandrian membenarkan hal tersebut. Ia mengaku pernah bertemu dengan sosok Fino pada Sabtu (15/2/2020) lalu. Ia juga mengatakan tidak memiliki informasi secara detail mengenai sosok Fino.

“Saya cuma berharap ada orang yang bisa bantu dia.”

“Kalo ternyata sekarang dia udah dibantu orang lain ya Alhamdulillah.”

Ia benar-benar berharap jika Fino bisa segera ditolong oleh orang yang tepat.  Pemilik akun Twitter yang memviralkan sosok Fino mengaku kaget atas respon warganet. Ia pun senang jika banyak warganet yang turut membantu untuk mencari keberadaan Fino.

“Soal perkembangan baru ini saya belum dapet.”

“Cuman ada beberapa netizen dan saya meminta teman saya juga yang kerja dekat Sarinah untuk mengecek langsung ketika ada waktu luang nanti.”

“Jadi kami semua masih nunggu info terbarunya,” jelasnya, Jumat,8 Mei 2020.

Hingga berita ini ditayangkan, sosok Fino masih dicari keberadaannya oleh warganet dan sangat dinantikan konfrimasinya oleh siapapun yang menemukan Fino.

 

BeritaTerkait

Discussion about this post