Miris, 6 Jenazah PDP Virus Corona Ditolak Warga Depok

LIDIK.ID, Jakarta – Virus COVID-19 terus memakan korban jiwa, tak hanya pasien yang positif terkena virus ini saja yang harus diwaspadai, namun jenazah pasien yang meninggal harus dikebukikan dengan prosedur yang di arahkan oleh tim medis.

Meski telah mendapat arahan khusus, warga tetap khawatir apabila jenazah pasien positif corona maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berada di dekat mereka dan menyebabkan penolakan penguburan jenazah.

Baca Lainnya

Hal ini terjadi di Tasikmalaya Minggu (29/3/2020) dimana warga menolak seorang jenazah yang bersatatus pasien positif corona.

Penolakan serupa juga terjadi di Sawangan, Depok, Jawa Barat Senin (30/3/2020) Bukan satu, tapi enam jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 yang meninggal dunia ditolak warga saat akan dimakamkan di TPU Bedahan,  Warga menolak dengan alasan resah dan takut tertular virus Corona.

Warga setempat menghadang petugas yang hendak memakamkan 6 jenazah pasien PDP COVID-19 tersebut. Bahkan warga setempat Warga mengaku resah jika pemakaman PDP Covid-19 dilakukan di lingkungannya terlebih korban bukanlah warga Sawangan sehingga warga takut tertular.

Salah satu seorang ketua RW setempat, Nasam Hajar menuturkan, selain khawatir, pihaknya menilai tempat pemakaman umum (TPU) ada di masing-masing wilayah.

“Ini ada jenazah Corona, kan warga jadi takut, resah. Kalau masalah makam mah dari dulu kita mah enggak pernah nolak karena kan pemakaman umum. Nah kan masing-masing kecamatan punya pemakaman umum, ini kenapa orang Cimanggis dimakamin di sini,” kata Nasam.

Selain itu diketahui bahwa tidak ada koordinasi dari pihak terkait atas pemilihan tempat pemakaman di TPU Bedahan. “Enggak pernah ada, enggak ada sama sekali,” ujarnya.

Lebih lanjut Nasam mengaku bukan kali ini saja jenazah korban Corona dimakamkan di TPU tersebut. Disinyalir pula petugas melakukannya secara sembunyi.  “Ini sembunyi-sembunyi. Kadang maghrib, malam, udah empat kali sama ini,” ucapnya.

Setelah berbincang  dengan sejumlah petugas dan pejabat Pemerintah Kota Depok, akhirnya warga membolehkan jenazah untuk dimakamkan di tempat itu. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Depok, Sidik Mulyono yang ikut hadir dalam musyawarah itu mengatakan, lokasi pemakaman ini telah ditetapkan oleh Pemerintah Kota Depok.

“Iya seperti yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Kota Depok bahwa pemakaman ini dikhususkan untuk korban Covid-19,” katanya. terkait enam jenazah yang harus dikebumikan.

“Nah, kami baru bertemu warga tadi mereka belum bisa menerima kondisi, akhirnya kami mediasikan dan alhamdulillah warga menerima jenazah dikuburkan di sini,” jelasnya

Kendati demikian, lanjut Sidik, demi keamanan bersama, ke depannya persoalan ini akan kembali dievaluasi dan dilaporkan ke pimpinan.

“Nah ini yang akan kami bahas dengan pimpinan sehingga dinas terkait akan melakukan sosialisasi. Saya pikir ini menjadi suatu kasus saja, artinya di tempat lain juga akan terjadi hal yang sama.”

Saat Sidik ditanyai mengenai pemilihan TPU tersebut sebagai tempat pemakaman pasien virus corona pun ia memilih diam “Saya enggak bisa jawab.”

BeritaTerkait

Discussion about this post