New York Papar “Jam Kematian Trump” di Papan Iklan Besar

LIDIK.ID, NEW YORK – Sejauh ini Amerika Serikat (AS) masih menjadi negara dengan kematian penyebab corona tertinggi di dunia. Masyarakat menuntut dan mengkritik pemerintah negara maju tersebut dengan berbagai macam cara. Salah satunya yang dilakukan oleh kota New York.

Sebuah papan iklan didirikan di New York Times Square menunjukkan jumlah kematian akibat virus corona di Amerika Serikat. Sang pembuat, Eugene Jarecki, menamainya dengan “Jam Kematian Trump.”. Selain itu, Jarecki juga merupakan seorang pembuat film.

Baca Lainnya

Papan Iklan ‘Jam Kematian Trump’ Terpampang di New York Times Square menunjukkan jumlah kematian akibat virus Corona di Amerika Serikat. (AFP)

Jam tersebut menjadi pengingat bahwa kematian akibat Covid-19 di AS bisa dihindari jika Presiden Donald Trump bertindak lebih cepat.

Menurut informasi Trump baru memberlakukan aturan tersebut pada 16 Maret, seharusnya bisa lebih cepat yakni pada 9 Maret.  Selain itu, salah satu petugas penanganan virus Corona mengatakan, jika mitigasi dilakukan lebih awal, maka AS bisa menyelamatkan banyak nyawa.

Sang pembuat memasang jam tersebut di bangunan yang saat ini kosong akibat pandemi Corona (COVID-19). Pada hari Senin, penghitungan menunjukkan lebih dari 48 ribu kematian di New York. Dari total lebih dari 80 ribu di AS.

“Jam berdetak pada asumsi bahwa 60 persen dari kematian Covid-19 di Amerika Serikat dapat dicegah seandainya administrasi Trump menerapkan aturan jarak sosial dan menutup sekolah lebih awal,” kata Jarecki  dari AFP, pada hari ini, Rabu 13 Mei 2020.

Selain itu Jarecki menjelaskan, perkiraan angka 60 persen itu berdasarkan pernyataan yang diungkap oleh pakar penyakit menular yang juga anggota satuan tugas penanganan virus corona, Anthony Fauci, pada pertengahan April lalu.

“Nyawa yang hilang ini menuntut kepemimpinan yang lebih bertanggung jawab,” tulis sineas berbasis di New York yang telah dua kali memenangkan penghargaan di Sundance Film Festival itu.

Selain sebagai pengingat pemerintah, pendirian “Jam Kematian Trump” itu sama halnya dengan mengenang para tentara yang gugur dalam perang. Juga untuk mengingatkan bahwa ada biaya yang harus dibayar.

Dia berharap dengan menghitung jumlah nyawa yang melayang akibat lambatnya tanggapan presiden terhadap wabah virus corona dapat menjadikannya lebih baik.

Hingga berita ini ditayangan, Amerika memiliki 1.399.905 kasus positif Corona dalam rincian 234.607 psaien sembuh sementara tercatat 83.019 masyarakat Amerika meninggal akibat Covid-19.

BeritaTerkait

Discussion about this post