Oknum Polisi Trenggalek Hamili Janda, Dilaporkan ke Propam Karna Tak Tanggung Jawab

LIDIK.ID , Trenggalek – Seorang oknum polisi berinisial ABS (39) yang bertugas di Satlantas Polres Trenggalek, dilaporkan oleh seorang wanita yang mengaku telah dihamili olehnya dan tidak bertanggung jawab ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jatim. Sabtu, (23/10).

Pelapor yakni AT (36) telah membuat laporan ke Polda sejak Senin (04/10) dengan nomor STPL/81/X/2021/Yanduan dan diteken oleh Pamin II Subbagyanduan Bidpropam Polda Jatim Iptu Dedhu Chrisdianto.

“Saya beranikan diri untuk melapor ke Polda, minta pertanggungjawaban ABS sesuai janji yang pernah dibuat dan minta keadilan,” ujar AT , dikutip dari Detik. Jum’at, (22/10).

AT mengaku telah mengenal ABS sejak 1,5 tahun lalu, saat oknum polisi itu datang ke rumah dan meminta nomor handphonenya.

Awalnya, AT sempat tidak merespon ABS tapi karena terus dihubungi akhirnya Maret 2021 AT memberi respon dan keduanya menjalani hubungan dekat.

“Saya dekat dengan beliau sudah selayaknya suami istri karena lama kelamaan saya merasakan ada kenyamanan sama dia. Tiap hari dia datang ke rumah, setiap berantem sama istrinya dia juga selalu pergi ke rumah saya, bahkan kalau kita piket jaga malam pun dia menghilang pulang ke rumah saya,” jelas AT.

Dari hubungan tersebut, AT akhirnya mengandung anak ABS, namun oknum polisi itu menolak untuk bertanggungjawab dan menyuruh AT untuk menggugurkan kandungannya, karena telah beristri.

“Setelah saya kasih tahu kalau hamil, dia menenangkan hati saya dan menawarkan mau memberikan obat penggugur kandungan dengan alasan dia belum siap, karena sudah beristri. Tapi saya menolak,” lanjut AT.

Akhirnya AT melaporkan peristiwa yang dialaminya itu ke Propam Polres Trenggalek, ABS dan AT sempat menjalani mediasi dan oknum polisi itu berjanji akan melalukan pernikahan siri sebagai bentuk pertanggungjawaban.

“Dan sudah membuat surat pernyataan dan berani dipecat dari kedinasan jika dia ingkar janji. Dia tandatangani di atas materai, tapi semua janji itu tidak ada pembuktian,” papar AT.

Karena belum dapat kejelasan, AT kembali melapor ke Bidpropam Polda Jatim.

Kapolres Trenggalek AKBP Dwiasi Wiyatputera telah membenarkan laporan tersebut.

“Polres Trenggalek menindak tegas anggota tersebut untuk diproses dalam pelanggaran disiplin, sambil kami berkoordinasi dengan bidpropam,” jelas Dwiasi.

Menurutnya. jika ABS telah dinyatakan bersalah dalam sidang disiplin, maka pihaknya akan memberikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Jadi kami menunggu keputusan dari Propam,” pungkasnya.

(MYG)

Discussion about this post