Paket Surat Bebas Covid-19 Dijual Online Dengan Harga Mulai Dari Rp 70 Ribu

LIDIK.ID, JAKARTA – Beredarnya penjual jasa surat bebas Covid-19 ramai diperbincangkan di sosial media. Menurut informasi, terdapat dua tawaran dua paket khusus, Paket A: Surat Keterangan Negatif Covid dan Paket B: Surat Keterangan Negatif Covid+Surat Hasil Lab. Tak hanya itu, informasi dari media sosial juga mencantumkan foto berbentuk surat keterangan warna putih dari rumah sakit.

Bertuliskan pernyataan dokter yang menyatakan hasil pemeriksaan seorang pasien, “Sehat dan tidak ada tanda dan gejala terinfeksi covid-19”.

Baca Lainnya

Dalam penjualan ini, penjual tak tanggung-tanggung dengan menawarkan harga yang cukup terjangkau yakni berkisar antara Rp 70 ribu hingga Rp 90 ribu per surat.

Surat itu bertanggal 9 Mei 2020. Dan diberi cap oleh salah satu rumah sakit.

Mengutip dari Tribunnews saat coba menghubungi penjual melalui aplikasi pesan.

Penjual jasa tersebut, saat dihubungi, memberikan formulir yang kemudian diminta untuk diisi oleh pembeli.

Formulir itu berisikan format pemesanan. “Halo, kalau mau order dibantu isi form order dulu ya,” kata penjual itu, Kamis (14/5/2020).

Lalu penjual menawarkan dua paket, seharga Rp 70 ribu dan Rp 90 ribu. Penjual mengarahkan pembeli ke blogspot.

“Untuk detail mengenai penjelasan tiap paket silakan mengunjungi link dibawah ini,” balasnya mencantumkan link situs penjual.

Isi formulir yang perlu diisi adalah paket yang dipilih, nomor ponsel pembeli, nama, umur, berat badan, tinggi badan, tanggal pemeriksaan, pekerjaan, nama perusahaan, alamat kantor, alamat tinggal, alamat pengiriman.

“Isi juga untuk keperluan apa, misal lamar kerja, travel, lain-lain. Jika memilih lain mohon tuliskan keperluan lainnya,” balasnya.

Kemudian, penjual juga meminta untuk mengisi asal rumah sakit (RS), yang akan dicantumkan bahwa pembeli telah bebas dari covid.

“Request RS : (Jika tidak ada Request) maka dari kami akan kasih RS/klinik yang sesuai dengan domisili tempat tinggal Anda,” tulisnya.

Setelah seluruh formulir diisi, maka pembeli diminta untuk memilih cara pengiriman. Bisa sehari sampai.

Lalu terakhir mengisi cara pembayaran, bisa melalui beberapa rekening bank.

Saat ditanya apakah penjual dapat memastikan surat itu bisa meloloskan pembeli dari pemudik, “Silakan diisi dulu formnya,” tuturnya.

Penyelidikan Oleh Polri.

Dalam kasus ini, pihak kepolisian, melalui Kadiv Humas Polri Brigjen Pol, Raden Prabowo Argo Yuwono, memastikan akan melakukan penyelidikan terkait jual-beli surat bebas covid.

“Kita lakukan penyelidikan,” ujar Argo seperti yang dikutip oleh Tribun.

Argo mengatakan jika memang surat tidak sah, maka penyidik Mabes Polri akan memproses hukum penjual surat tersebut.

“Kalau ditemukan ilegal kita proses,” sambungnya.

Tokopedia memberikan penjelasan yakni terus melakukan upaya untuk memastikan berbagai produk yang dijual dalam platform-nya sesuai dengan peraturan yang berlaku, baik dari sisi jenis produk, harga, kesesuaian judul maupun deskripsi.

Jika ada penjual yang melanggar, Tokopedia berhak melakukan tindakan berupa pemeriksaan, penundaan atau penurunan konten, serta tindakan lain sesuai prosedur.

“Saat ini, kami telah menindak produk dan atau toko yang dimaksud sesuai prosedur,” ujar External Communications Senior Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya.

Sebagai upaya menciptakan peluang bagi para penjual di Indonesia, lanjutnya, marketplace Tokopedia bersifat user generated content (UGC).

“Dimana setiap pihak dapat melakukan pengunggahan produk di Tokopedia secara mandiri. UGC sangat bermanfaat, namun tetap harus kami sertai dengan aksi proaktif untuk menjaga norma dan hukum yang berlaku,” katanya.

Selain itu, RS Mitra Keluarga Gading Serpong Kabupaten Tangerang berencana melaporkan pihak-pihak yang terkait dengan dijualnya “surat sehat bebas covid” di rumah sakit tersebut.

“Sehubungan dengan beredarnya pemberitaan di sosial media, maupun situs berita mengenai surat keterangan sehat yang menggunakan kop surat mitra keluarga, dengan ini kami sampaikan bahwa kami Manajemen Mitra Keluarga tidak pernah bekerja sama dengan pihak-pihak yang memperjual belikan surat keterangan bebas covid-19,” tulis pihak Manajemen RS Mitra Keluarga saat dikonfirmasi, Kamis (14/5/2020).

Bahkan, RS Mitra Keluarga akan membuat laporan polisi agar pelaku pencatut nama institusi mereka diproses hukum.

“Mitra Keluarga akan menempuh jalur hukum jika masih ada pihak yang mengatasnamakan atau menggunakan atribut Mitra Keluarga, termasuk penggunaan kop surat Mitra Keluarga tanpa seizin kami,” kata pihak Manajemen RS Mitra Keluarga.

“Kami memohon agar para pihak yang menyalahgunakan kop surat Mitra Keluarga untuk keperluan itu segera mencabut dan menghentikan perbuatan dalam waktu sesegera mungkin,” lanjutnya.

 

BeritaTerkait

Discussion about this post