Pelabuhan Merak dan Bakauheni Kecolongan Bus Masih Melintas di Sumatera

LIDIK.ID, BANDAR LAMPUNG – Sejak tanggal 24 April 2020, pemerintah pusat telah memberikan peringatan bagi kendaraan untuk dilarang mengangkut penumpang dalam daya besar dari pulau Jawa ke Sumatera. Terutama bagi daerah yang terkena zona merah dan PSBB.

Sayangnya, hal ini masih terjadi di pelabuhan Bakauheni Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel). Data tersebut didapatkan dari hasil pantauan, pada Senin, 27 April 2020.

Baca Lainnya

Dari data yang dihimpun tersebut, diketahui dari salah satu petugas di terminal Rajabasa, bahwa masih banyak kendaraan bus masuk di terminal dengan jumlah penumpang cukup besar. Pantauan ini bersumber dari Headlinelampung.

Kendaraan Bus Cikampek-Medan dengan jumlah penumpang sebanyak 22 orang tidak diturunkan maupun putar arah oleh ASDP pelabuhan Merak maupun Bakauheni. Kejadian itu terjadi pada Minggu, 26 April 2020, siang hari.

Tak hanya itu, jurusan Jakarta-Medan dengan jumlah penumpang sebanyak 15 orang. Selanjutnya jurusan Jogjakarta-Jambi dengan jumlah penumpang sebanyak 8 orang.

Keberangkatan lainnya juga terjadi pada malam hari. Kendaraan bus dengan jumlah penumpang cukup besar jurusan Malang-Medan sebanyak 34 orang dan jurusan Jakarta-Medan dengan jumlah penumpang sebanyak 20 orang.

Bahkan pada hari Senin (26/4) pun juga terjadi kendaraan jurusan Surabaya-Medan dengan jumlah penumpang sebanyak 4 orang dan jurusan Malang-Medan sebanyak 10 orang.

Atas hal ini pihak Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VI Bengkulu-Lampung meminta ASDP Merak Provinsi Banten dan Pelabuhan Bakauheni Lampung menindak tegas kendaraan yang masih bisa masuk ke Provinsi Lampung.

“Kalau sudah dilarang mudik, artinya kendaraan yang mengakut penumpang dengan jumlah besar harus ditindak demi memutus rantai penyebaran Covid-19 di Pulau Sumatera, ” ungkap salah satu pegawai BPTD ini yang enggan menyebutkan namanya.

Keberhasilan pencegahan dan pemberantasan Covid-19 yang menunda dan menghentikan beberapa pekerjaan juga bergantung pada kerja sama masyarakat. Bahkan WHO mengatakan pandemi ini akan berakhir dalam waktu panjang apa bila masyarakat tak ikut menuruti kebijakan pemerintah.

BeritaTerkait

Discussion about this post