Pelatihan Anjing Untuk Mendeteksi Virus Corona

LIDIK, Jakarta – Kembali mencari solusi untuk memutuskan rantai penyebaran virus corona yang mewabah di penjuru dunia. Melansir Independent, Charity Medical Detection Dogs menjalin kerja sama dengan London School of Hygiene and Tropical Medicine dan Universitas Durham University untuk melatih anjing pelacak agar dapat membantu mendeteksi gejala Covid-19 pada tubuh manusia.

Anjing yang dilibatkan  untuk kasus ini adalah  anjing yang sudah terbiasa mengendus untuk mendeteksi penyakit seperti kanker, parkinson, dan tekanan darah rendah.

Baca Lainnya

Para ahli percaya bahwa anjing dapat dilatih untuk mendeteksi penyakit dan memberikan diagnosis yang cepat dan non-invasif hanya dalam waktu enam minggu.

Selain itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menginformasikan bahwa anjing tidak dapat terinfeksi oleh virus atau menyebarkannya ke manusia.

Lagi, Ahli kesehatan hewan, Tri Satya Putri Naipospos, menjelaskan dalam kondisi tersebut anjing bisa memanfaat indra penciumannya untuk membuktikan corona ada pada tubuh manusia dengan cara mengendus.

“Mungkin dengan virus Covid-19 yang terdeteksi positif pada anjing tapi tidak menimbulkan gejala sakit, sehingga dapat digunakan untuk mencium bau virus corona dari orang-orang yang berada dalam satu kelompok besar,” ujar Tri yang dilansir oleh CNNIndonesia.com, Selasa (31/3).

Tri berkata bahwa pelibatan anjing dalam mendeteksi sesuatu menggunakan indra penciumannya bukan hal baru. Contohnya seperti otoritas bandara menggunakan anjing untuk mendeteksi narkoba hingga produk hewan yang dibawa manusia. Begitu juga dalam kasus African Swine Fefer dimana anjing ditempatkan di sejumlah bandara untuk mengendus virus tersebut. Virus ASF, kata dia, tahan pada produk yang sudah dimasak dan diolah.

Meski begitu, anjing perlu dilatih terlebih dahulu untuk mengetahui virus yang berada di tubuh manusia.

“Misalnya bau penciuman yang mengandung daging babi. Atau yang sekarang dipakai untuk narkoba. Itu praktik yang biasa digunakan oleh negara maju,” ujarnya.

“Indonesia dulu pernah punya konsep karantina seperti itu, jadi petugas karantina disertai anjing pelacak. Tapi sekarang sudah tidak,” jelasnya.

Tri mengingatkan anjing yang mendeteksi Covid-19 bukan tidak mungkin tertular virus corona, meski tidak bisa menurunkan virus tersebut ke hewan lain atau manusia.

BeritaTerkait

Discussion about this post