Jumat, 23 Februari 2024

Pemilu 2024 Tak Akan Pakai Sistem e-Voting

LIDIK.ID , Jakarta – Hasil rapat konsiyering antara Komisi II DPR RI, Kemendagri, dan penyelenggara pemilu yaitu KPU, Bawaslu, dan DKPP menyepakati Pemilu 2024 belum menggunakan teknologi pemungutan suara memakai perangkat elektronik (e-voting) karena infrastruktur masih belum merata. Minggu, (15/5/2022).

Anggota Komisi II DPR Rifqi Karsayuda mengatakan hal tersebut telah disepakati dalam rapat konsinyasi antara ketiga pihak. Dia menyebutkan salah satu alasannya yaitu belum meratanya infrastruktur teknologi informasi.

Baca Lainnya

“Wacana menerapkan electronic voting tidak akan digunakan pada tahun 2024 dengan berbagai pertimbangan,” kata Rifqi dalam keterangannya, Sabtu (14/5).

Rifqi menyampaikan rapat itu juga menyepakati penggunaan sistem informasi yang sudah ada saat ini untuk Pemilu 2024.

Informasi yang sama turut disampaikan oleh Rifqi Karsayuda. Ia menjelaskan wacana penggunaan “e-voting” sempat bergulir, tetapi para pihak memahami teknologi pendukung belum merata di seluruh daerah si Indonesia.

“Wacana e-voting tak digunakan pada 2024 dengan berbagai pertimbangan, salah satunya belum merata-nya teknologi infrastruktur di Indonesia dan berbagai macam hal-hal lain yang harus dipersiapkan,” ucap Rifqi.

Meskipun Pemilu 2024 tidak menggunakan “e-voting”, tetapi proses rekapitulasi suara menggunakan Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap). Sistem itu yang berbasis elektronik/digital telah digunakan oleh KPU saat Pilkada 2020 di 270 daerah provinsi, kabupaten, dan kota.

KPU sendiri memiliki sejumlah sistem teknologi informasi terkait kepemiluan. Beberapa di antaranya adalah Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) dan Sistem Informasi Rekapitulasi Elektronik (Sirekap).

Di sisi lain, wacana penerapan e-voting pada Pemilu Serentak 2024 sempat kembali disuarakan Menteri Komunikasi dan Informasi Johnny G. Plate. Dia mengusulkan e-voting karena sejumlah negara telah menerapkan sistem itu.

Plate yakin infrastruktur teknologi informasi akan merata awal 2024. Dia mengatakan seluruh desa/kelurahan akan tersambung koneksi 4G sebelum Pemilu 2024.

“Semuanya sudah kita sediakan, maka dari sisi upstream ICT infrastructure seharusnya sudah mampu mendukung electronic pemilu atau internet voting, tinggal kemauan politik,” kata Johnny dalam rapat virtual bersama KPU, 22 Maret 2022.

(PRS)

BeritaTerkait

Discussion about this post