Pemprov Perbaikan Jalan dan Pembangunan Drainase di Jalan Ryacudu

LIDIK.ID, BANDAR LAMPUNG – Kerusakan jalan yang terbilang parah berada di Jalan Ryacudu dimana jalan tersebut menjadi salah satu akses yang harus dilewati ketika hendak masuk ke jalan tol. Tak hanya itu, Jalan Ryacudu juga menjadi lintasan kendaraan yang keluar dari jalan tol menuju kota.

Berbagai macam kendaraan melalui lintasan wilayah itu, mulai dari kendaraan pribadi, ambulan, bahkan mobil tahanan sering berlalu-lalang di sana. Terlebih lagi sejak jalan tol resmi di buka, banyak kendaraan angkutan umum maupun barang berbobot besar yang melintas di jalan tersebut.

Pentingnya Jalan Ryacudu sebagai lintasan kendaraan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung akan segera memperbaiki kerusakan di Jalan Ryacudu, Kelurahan Korpri Raya, Sukarame, Bandar Lampung. Masyarakat diminta bersabar paling lambat satu setengah bulan mendatang.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Lampung, Mulyadi Irsan, mengatakan peningkatan Jalan Ryacudu merupakan instruksi Gubernur Lampung Arinal Djunaidi. Menurtnya, saat ini sedang dalam proses lelang.

“Insya Allah dalam waktu dekat segera ditingkatkan ruas Jalan Ryacudu menjadi rigid beton,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu, 29 April 2020.

Pemprov Lampung telah mengalokasikan dana Rp22 miliar dari APBD untuk peningkatan jalan rigid beton dan pembuatan drainase.

“Kerusakan jalan karena tidak adanya drainase di sepanjang Jalan Ryacudu. Selesai lelang, pekerjaannya akan segera dimulai. Bukan hanya peningkatan jalan menjadi rigid beton, tetapi pembangunan drainase di sepanjang ruas jalan,” ujarnya lagi.

Mulyadi juga mengatakan bahwa proses perbaikan jalan sepanjang 3,3 kilometer itu akan dilakukan secara beratahap. Seperti yang diketahui, tahun lalu sudah ada perbaikan sepanjang 1 kilometer. Dan kini akan ada perbaikan sejauh 1 kilometer lagi.

Dari total panjang 3,3 kilometer, Mulyadi mengatakan pembangunan akan dilakukan bertahap. Tahun lalu sepanjang 1 km dan tahun ini dilanjutkan pembangunan 1 km lagi.

Selain itu Mulyadi menjelaskan bahwa semula Jalan tersebut merupakan timbunan sawah yang dijadikan perumahan dan tidak memiliki drainase. Itu mengapa pembangunan drainase akan segera dilakukan secara utuh.

Tak hanya itu, Mulyadi juga menyebut pembangunan drainase efektif baik di kanan dan kiri bahu jalan. Rencana pembangunan dimulai lepas Jalan Pulau Damar hingga ujung jalan arah Lamban Kuning.

“Total drainase sendiri sepanjang 2,9 kilometer. Jadi di tengah Jalan Ryacudu itu ada embung, kita akan buat saluran yang akan bermuara ke embung tersebut. Namun, kita juga perluas beberapa titik saluran dengan muatan drainase lebih besar. Sehingga apabila muatan embung sudah berlebih masih bisa ditampung kembali ke drainase,” katanya.

Dari pemantauan tim LIDIK,ID Jalan Ryacudu memiliki banyak lubang sepanjang jalan yang belum ada perbaikan. Kedalaman lubang cukup berbahaya bagi pengendara yang melintasinya. Selain itu, kerusakan akan menjadi lebih parah apabila tak segera dilakukan perbaikan akibat kendaraan berbobot besar dan derasnya hujan yang datang.

Discussion about this post