Pertumbuhan Kredit Februari 2020 Hanya 5,93 Persen Ditengah Wabah Corona

LIDIK.ID , Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat perlambatan pertumbuhan kredit di tengah wabah virus corona. Pertumbuhan kredit perbankan cuma 5,93 persen secara tahunan pada Februari 2020 atau melambat dibandingkan periode yang sama tahun lalu, 12,13 persen.

“Kredit perbankan mencatat pertumbuhan positif sebesar 5,93 persen yoy, ditopang oleh kredit investasi yang tetap tumbuhan double digit di level 10,29 persen yoy,” tulis OJK dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (27/3).

Baca Lainnya

Di tengah perlambatan laju tersebut, profil risiko masih terjaga dengan rasio kredit bermasalah kotor (NPL gross) sebesar 2,79 persen dan NPL nett 1 persen. Adapun rasio pembiayaan bermasalah tercatat 2,66 persen.

Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan tumbuh lebih tinggi dari pertumbuhan kredit yaitu sebesar 6,8 persen.

Sementara itu, likuiditas permodalan perbankan disebut dalam level memadai. Sebab, liquidity coverage ratio dan rasio alat likuid masing-masing sebesar 212,3 persen dan 108,12 persen atau jauh di atas batasan (threshold) masing-masing yaitu 100 persen dan 50 persen.Permodalan lembaga jasa keuangan juga relatif stabil dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan sebesar 22,42 persen.

Selain sektor perbankan, OJK juga mencatat premi yang dihimpun industri asuransi mencapai Rp46,5 triliun atau cuma tumbuh 4,73 persen secara tahunan. Namun, risk-based capital industri asuransi jiwa dan asuransi umum masing-masing terjaga di level 670 persen dan 312 persen, jauh di atas threshold ketentuan 120 persen.

Di pasar modal, penghimpunan dana mencapai Rp21,55 triliun hingga 24 Maret 2020. Jumlah emiten baru tercatat 13 perusahaan dengan pipeline penawaran sebanyak 61 emiten dengan total indikasi penawaran mencapai Rp28,8 triliun.

BeritaTerkait

Discussion about this post