Pesan Haru dan Kisah Perawat RSCM yang Meninggal Karena Virus Corona

LIDIK,ID, Jakarta – Seorang perawat RS Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, bernama Ninuk meninggal dunia di usianya yang ke-37 tahun pada 12 Maret 2020 setelah mengalami demam hingga 39 derajat Celsius, kelelahan, diare dan sesak napas. Perawat berusia 37 tahun ini menjadi tenaga medis pertama yang dilaporkan meninggal akibat COVID-19

Dengar wartawan BBC, Arul, suami dari Ninuk bercerita bahwa ia selalu mencoba menenangkan Ninuk yang terus merasakan nyeri dan mengeluarkan keringat saat dia dirawat. Dia mengatakan hidup-mati manusia berada di tangan Tuhan dan manusia hanya bisa berdoa serta berusaha.

“Saya bilang tenang saja. Allah yang memberikan sakit, Allah juga yang menyembuhkan. Saya hanya bisa menyemangati saat itu,” cerita Arul.

Saat dirawat di IGD RSCM kondisi Ninuk tak kunjung membaik. Keluarganya dilarang untuk bertemu Ninuk daat ia mengalami kesulitan bernapas hingga harus dibantu ventilator. Pada akhirnya, Ninuk dirawat di rumah sakit rujukan COVID-19, RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara. Dua hari diisolasi, Ninuk harus berpulang.

Ninuk, Perawat RSCM
Ninuk, Perawat RSCM yang Meninggal Karena COVID-19. Foto: Dok. Keluarga Almh. Ninuk/BBC Indonesia

Kesedihan keluarga tentu begitu terasa, terlebih lagi untuk sang suami dan kedua anaknya yang tak bisa melihat wajah jenazah Ninuk untuk terakhir kalinya karena prosedur pemakaman korban virus corana. Dibungkus plastik, tak dimandikan dan langsung dikubur, tanpa dihadiri pelayat.

Arul juga memberi pengertian kepada anak-anaknya bahwa ibu mereka meninggal secara terhormat. Menjadi pahlawan di garda depan untuk menyembuhkan pasien-pasien nya.

“Saya sebagai ayahnya, saya bilang mama itu pahlawan. Mereka bangga punya ibu seperti itu, yang secapek apapun setelah dinas, nggak pernah marah atau menunjukkan dia lelah,” tuturnya.

Pesan Ninuk saat ia masih hidup kepada suaminya sangat mengharukan, ia bilang,

“Saya hidup untuk orang yang saya sayangi dan mati untuk orang yang saya sayangi, termasuk (untuk) profesi saya,” ucap Ninuk pada sang suami yang tak akan pernah dilupakan.

Discussion about this post