Lidik.id, LANGKAT — Seorang pria asal Langkat, Sumatera Utara, menyampaikan permintaan maaf setelah sebelumnya mengunggah video yang menuding adanya pemerasan oleh oknum TNI. Video yang diunggah pada Senin (1/12) itu sempat viral di media sosial sebelum akhirnya tidak lagi dapat diakses.
Dalam video klarifikasi yang beredar, pria tersebut mengakui bahwa pernyataannya terdahulu keliru dan tidak benar menggambarkan institusi TNI.
“Saya ingin mengklarifikasi benar bahwasanya saya mengunggah video pada tanggal 1 hari Senin mengatakan bahwasanya saya salah berbicara terhadap instansi TNI,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa permintaan maaf itu dibuat secara sadar tanpa tekanan dari pihak mana pun.
“Saya ingin meminta maaf seterusnya tanpa paksaan instansi TNI setulus-tulus dari hati saya, karena saya terdapat komunikasi di dalam grup saya di dalam relawan bantuan itu,” katanya.
Pria tersebut kembali menyampaikan penyesalannya dan meminta maaf kepada TNI.
“Jadi saya ingin minta maaf sebesar-besarnya kepada instansi TNI. Mungkin itu saja yang dapat saya sampaikan,” ujarnya.
Sebelumnya, pria ini sempat mengunggah video pengakuan bahwa dirinya diperas oknum TNI saat meminta bantuan pengiriman logistik untuk korban banjir bandang dan longsor di Sumatera Utara. Ia mengklaim sempat bernegosiasi setelah dimintai uang, namun upaya itu batal. Ia juga menyinggung dugaan pemerasan oleh oknum DPR, meski tidak menyebutkan identitas pihak yang dimaksud.
Mabes TNI kemudian merespons bahwa informasi dalam video tersebut tidak benar dan meminta agar setiap tuduhan disertai bukti konkret.
“Mohon jangan sekadar pengakuan saja, lalu di-upload dengan motivasi dan tujuan yang tidak jelas,” ujar Kapuspen TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah, Selasa (2/12).
Freddy menegaskan bahwa laporan terkait dugaan pelanggaran harus disertai bukti serta keterangan rinci.
“Apabila ada pengaduan mohon disertai dengan bukti dan keterangan yang jelas, agar bisa dilakukan pengecekan kepada satuan maupun prajurit yang dimaksud,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan informasi provokatif yang dapat memperkeruh keadaan. Mabes TNI memastikan akan menindak tegas jika memang ditemukan pelanggaran oleh prajurit.
“Komitmen TNI jelas akan menindak tegas setiap bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh prajuritnya,” tegas Freddy.







Discussion about this post