Rapid Tes Mulai Dilakukan, Siapa yang didahulukan?

LIDIK.ID Rapid test corona atau metode tes yang dilakukan secara masal untuk melakukan tes virus corona (COVID 19) di dalam tubuh seseorang. Metode rapid test sendiri adalah cara yang ditiru pemerintah Indonesia dari Korea Selatan.

Namun sejatinya berbeda dengan apa yang dilakukan Korea Selatan, pemeriksaan langsung ke virus Corona menggunakan metode berbasis antigen (zat yang dapat merangsang pembentukan antibodi jika diinjeksikan ke dalam tubuh). Yaitu, sebut dia, dengan memeriksa bagian rongga belakang hidung atau mulut menggunakan Q-tip (semacam stik panjang).

Terhitung hari ini Rabu, 25 Maret 2020), rapid test corona telah dilakukan di Provinsi Barat.  Hal ini disampaikan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, melalui akun Twitter pribadinya @ridwankamil.

Informasi yang didapat dari kicauan tweetnya menyatakan bahwa rapid test ditujukan pada warga yang termasuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) beserta keluarga maupun orang-orang terdekatnya.

“Hari ini, ribuan warga di 27 Kota/Kabupaten se-Jawa Barat yang masuk kategori A: yaitu mereka yang ODP, PDP beserta keluarga, tetangga dan teman dekatnya sudah mulai melakukan rapid test Covid-19,” seperti dikutip dari akun Twitter Gurbenur Jawa Barat itu.

Dalam kicauan selanjutnya, Emil menyebut pelaksanaan rapid test juga digelar bagi dokter dan petugas kesehatan lainnya.

“Juga dokter, petugas kesehatan yang sedang berjuang di garda terdepan di Rumah Sakit rujukan dll sudah mulai menjalani tes ini hari ini. Doakan lancar dan tidak ada lagi yang positif Covid-19. Aamiiin,” katanya lagi menyambung tweet sebelumnya.

 

 

 

Discussion about this post