Ribuan Orang Tinggalkan Jakarta, Lampung Ikut Menjadi Kota Tujuan Terbanyak

LIDIK.ID, BANDAR LAMPUNG – Dalam rapat terbatasnya lewat video conference, Selasa (21/4/2020) Presiden Jokowi mengatakan bahwa Pemerintah mulai melarang mudik. Aturan ini berlaku mulai tanggal 24 April 2020.

Hal ini dilakukan karena himbauan larang mudik tidak berjalan mulus. Masih banyak masyarakat yang menerobos untuk kembali pulang ke kampung halamannya masing-masing meski mereka berasal dari daerah terjangkit seperti Jakarta.

Baca Lainnya

Sebanyak 6.018 orang sudah pulang ke kampung halamannya, data ini berdasarkan yang tercatat oleh Terminal Kalideres. Tujuan paling banyak Lampung, kemudian Jawa Tengah, kemudian Jawa Barat.

Kepala Terminal Kalideres, Revi Zulkarnaen mengatakan bahkan jumlah penumpang di Terminal Kalideres sudah diperoleh dari awal April hingga Senin (20/4/2020) kemarin. Rata-rata pemudik dalam sehari dapat mencapai 250 orang.

Revi juga mengatakan beberapa dari para pemudik sudah memiliki tiket, tetapi diantaranya juga ada yang tidak mendapatkan tiket karena bus sudah tidak beroperasi.

Inilah yang membuat Presiden Jokowi mengambil keputusan larangan mudik. Hal ini diambil dari banyaknya masyarakat perantauan yang bersikeras untuk mudik. Data Kementerian Perhubungan, sebanyak 24 persen masyarakat memutuskan tetap mudik.

Pemudik yang terus keluar-masuk kota dikhawatirkan akan menjadi medium penularan Covid-19 di desa-desa sebab para perantau dianggap merupakan orang yang tinggal di episentrum virus corona di Indonesia.

Pemerintah telah menyiapkan solusi bagi masyarakat yang terdampak Covid-19 dan memilih untuk kembali ke kampung halaman, berupa bantuan sosial berisi kebutuhan pokok.

Langkah ini diambil agar masyarakat terdampak wabah Covid-19 terutama yang tinggal di zona merah pandemik tetap tinggal dan tidak pulang kampung agar penyebaran tidak meluas.

Karena menurut survey, rata-rata pemudik pulang ke kampung halamannya karena sudah tidak mendapat penghasilan bahkan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan.

BeritaTerkait

Discussion about this post