Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Telah Tampung 208 Pasien COVID-19, 3 Cara Periksa di Rumah Sakit Darurat Ini

LIDIK.ID – Rumah sakit darurat yang diresmikan beroperasi untuk pasien corona. Bangunan Wisma Atlet Kemayoran diubah oleh pemerintah yang melibatkan 2 tower menjadi ruang rawat yang bisa menampung 3.000 pasien. Dilaporkan hingga Kamis, 26 Maret 2020. Rumah sakit darurat ini telah menampung sebanyak 208 pasien sejak rumah sakit ini beroperasi tepat pada 23 maret lalu pada pukul 17.30 WIB.

“Sampai dengan saat ini pasien yang sudah diterima di rumah sakit (Wisma Atlet) total ada 208 pasien,” kata Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono.

Baca Lainnya

Wisma Atlet ini awalnya didesain untuk menampung pasien Covid-19 yang berasal dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Alasannya, potensi pasien positif corona terbanyak berasal dari berbagai wilayah tersebut.

Secara merinci Eko juga menyebutkan jumlah pasien perharinya hingga mencapai jumlah 208 paien pagi ini. 74 pasien telah dirawat di Wisma Atlet pada 24 Maret, 104 pasien rabu kemarin (25/3). Jumlah pasien di Wisma Atlet kembali bertambah 30 orang pagi ini.

Selain itu Eko juga mengatakan bahwa kemungkinan terburuk akan ada kan ada 6.000 – 8.000 orang yang akan terjangkit corona di Jakarta. Saat ini, ada 472 orang yang telah dinyatakan positif corona di Ibu Kota. Oleh sebab itu, masyarakat selalu diminta mengikuti kebijakan pemerintah untuk mencegah penyebara virus corona.

Pangdam Jaya Mayjen Eko Margiyono juga menjelaskan ada tiga cara yang bisa dilakukan untuk memeriksakan diri terkait virus Corona di lokasi itu.

“Pertama mandiri, apabila mengalami gejala atau pernah kontak dengan pasien positif langsung datang ke Wisma Atlet,” kata Eko yang ditugaskan menjadi Pimpinan RSD Corona Wisma Atlet Kemayoran, dalam konferensi pers di BNPB, Kamis (26/3).

Selain itu, warga bisa lebih dulu menelepon ke call center 119. Di sana, warga bisa menjelaskan segala keluhan yang dirasakan. Petugas akan memberikan pandangan dan asesmen singkat apakah harus dirujuk atau tidak.
“Kalau perlu, nanti petugas akan datang, dijemput, lalu diantar ke Wisma Atlet,” tambah dia.
RSD Corona Wisma Atlet memang dibangun untuk penanganan pasien khusus COVID-19. Kategorinya pun hanya sampai tahap ringan sedang. Begitulah yang dituturkan oleh beliau.
“Bagaimana yang berat maka dari RSD ini akan merujuk ke rumah sakit yang telah jadi rujukan apakah di RSPI Sulianti Saroso atau RSUP Persahabatan,” ucap dia.

 

BeritaTerkait

Discussion about this post